Kamis, 17 November 2016

Tukang Kayu Pandai Berdoa


Oleh: Ja`far Sidiq

Apakah sobat sering menunda-nunda untuk berbuka puasa? Sobat sering berbuka puasa dengan makanan apa? Kalau Rasulullah menganjurkan kita untuk berbuka dengan kurma. Beliau tidak pernah menunda-nunda untuk berbuka ketika adzan berkumandang.

Itulah beberapa adab berpuasa sesuai dengan sunnah Rasulullah. Semoga kita bisa mempraktikan adab-adab dalam berpuasa. Sampai berjumpa di pintu Ar-Rayyan!
Misal kalian ingin sesuatu, sebut saja makan di restoran mahal. Apa yang kalian lakukan agar keinginan itu terwujud? Sepertinya saya tahu jawaban kalian yaitu berdoa tidak henti-henti. Benar begitu kan?

Tetapi, meskipun sudah berdoa siang, malam, pagi dan sore kalian tetap belum bisa makan di restoran mahal. Berarti, bisa jadi Allah belum kabulkan doa kalian. Nah, jika demikian apa yang kalian lakukan? Marah-marah kepada Allah? Menyalahkan Allah? Atau marah sama orang tua? Atau marah-marah sendiri? 

Wah, jika benar begitu, jangan-jangan kalian belum baca kisah berdoanya nabi tukang kayu. Berarti penting ini untuk kalian untuk segera baca.
Nabi tukang kayu ini termasuk keturunan dari Nabi Sulaiman. Dia kesehariannya menjadi seorang tukang kayu. Di samping pekerjaan tersebut, dia juga tidak melupakan tugas dakwahnya. Yaitu mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah.

Ya, dialah Nabi Zakariya. Nabi Zakariya memiliki seorang istri. Dia dan istrinya sama-sama sudah tua. Tulangnya sudah rapuh dan rambutnya beruban. Namun saat itu belum juga mempunyai seorang anak. Sehingga Nabi Zakariya dan istrinya berdoa memohon kepada Allah Ta'ala. Mereka terus  berdoa tanpa mengenal putus asa. Nabi Zakariya dan istri berdoa agar dikaruniai seorang anak yang shaleh sehingga dapat mewarisi kenabiannya. Seorang anak yang kelak melanjutkan dakwah Nabi Zakariya.

Karena kesungguhan dalam berdoa dan niat yang mulia. Maka Allah mengabulkan keinginan mereka, yaitu Allah karuniakan anak yang bernama Yahya.
Nah, sekarang sudah tahukan kisah berdoanya Nabi Zakariya? Kita dapat mengambil pelajaran, yaitu jangan pernah putus asa untuk berdoa. Sekian dulu ya kisahnya, kita lanjut di Buletin Nih berikutnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar