Selasa, 20 Desember 2016

Abnormalkah Anda?



                                                          Oleh: Deniz Dinamiz 

Berdasarkan data dari rekan saya yang bekerja di UNDP, hanya sebagian kecil dari tingkat SMA sederajat yang melanjutkan kuliah. Tepatnya, hanya sebesar 15 % dari lulusan SMA. Dari 15 % tersebut, 14 % masuk PTS dan hanya 1 % masuk PTN. Berarti, mereka yang lanjut kuliah setelah SMA bisa kita sebut abnormal. 

Lalu, apakah banyaknya mahasiswa di sebuah negara menandakan negara itu maju?

Di Amerika serikat, 80 % dari lulusan SMA sederajat melanjutkan S1. Lanjut S1 menjadi hal yang normal bagi mereka. Tetapi hanya 23% dari S1 melanjutkan S2. Sehingga, ada beasiswa dari negara agar SDM mereka bisa melanjutkan S2. Tapi, beasiswa ini baru bisa dilunasi dengan bekerja kepada negara selama 10 tahun, bahkan lebih!! Apa efeknya? Mereka lebih memilih untuk tidak berkeluarga karena hanya akan menjadi beban utk membayar hutang ke negara. Akhirnya, SDM mereka menjadi sangat materialistis dan jauh dari nilai-nilai keluarga.

Terus, bagaimana solusinya? Apakah kuliah menjadi pilihan atau beban? Atau adakah kompetensi lain yang lebih layak diperjuangkan?

Inilah pekerjaan kita bersama-sama. Tentang SDM kita. SDM yang harusnya memiliki long term orientation dalam hidupnya. Bukan sekadar hidup. Hidup kita haruslah “abnormal”!
                                                             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar