Rabu, 28 Desember 2016

Zakat Yoo!




Oleh: Fajar Yunan Fanani

Kalau ada orang yang memakai baju sama terus-terusan, berhari-hari, berbulan-bulan, tanpa pernah dicuci, apa yang Sobat pikirkan? Sekalipun orang tersebut tidak berkeringat dan kotor, bukankah tetap harus dicuci? Begitu pula dengan harta kita. Meskipun kita mendapatkan harta dengan halal, tetap saja harus dibersihkan. Caranya? Salah satunya dengan zakat. 

Zakat adalah sejumlah harta khusus yang diberikan kepada sekelompok orang yang berhak menerimanya. Harta yang khusus itu  berupa emas, perak, makanan pokok, binatang ternak seperti sapi, unta, kambing dan lain-lain. Dan orang yang berhak menerimanya adalah orang miskin, anak yatim, janda, dan masih ada lima orang lagi yang berhak menerimanya.
Bagi seorang Muslim yang ingin mendapat derajat takwa, petunjuk, keberuntungan, dan Surga Firdaus, pasti akan berzakat dengan harta yang telah melebihi nisab. Sobat tahu apa itu nisab? Nisab adalah jumlah atau ukuran harta yang wajib zakat.

Misalnya, kita ambilkan dari buku Minhajul Muslim yaitu nisab binatang ternak sapi. Kalau Sobat punya 30 sapi selama 1 tahun, itu namanya sudah masuk nisab. Zakatnya sebesar satu anak sapi berumur 1 tahun. Contoh lainnya, cari sendiri ya ...

Sobat, diperintahkannya zakat ternyata mempunyai beberapa hikmah lho, antara lain:
1.    Mensucikan jiwa manusia dari sifat kikir, pelit, rakus, dan tamak.
2.    Membantu fakir miskin dan meringankan beban mereka yang kesusahan dan kesulitan.
3.    Untuk membiayai kepentingan mereka dan membuat mereka bahagia.
4.    Membatasi bertumpuknya kekayaan hanya pada orang-orang kaya, para pedagang, dan para pengusaha. 

Sobat sudah tahu kan, apa itu zakat? Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Jangan lupa zakat yaa jika harta Sobat sudah melebihi nisab. Sampai bertemu di edisi Buletin Nih berikutnya ...

Sumber: Buletin Nih #13 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar