Selasa, 21 Februari 2017

Tepung dan Garam

Oleh: Annafi`ah Firdaus 

Kamu pernah membuat roti? Apa bahan dasar yang dibutuhkan? Tentu yang utama adalah tepung. Sedangkan bumbu rasanya adalah garam. Ukuran jumlah tepung dan garam yang dicampur pun tidak sembarangan. Untuk membuat roti yang enak dan bergizi, kita butuh tahu caranya. Apalagi, untuk membuat hidup kita sukses. Semua ada ilmu dan caranya.

Nah, ibaratkan tepung, ia adalah adab dan akhlak kita. Sedangkan garam adalah amal perbuatan. Mana yang lebih banyak? Tepung atau garam? Jelas tepung. Kita sudah tahu kalau memasak terlalu banyak garam akan sangat asin, bahkan menyebabkan penyakit. Begitu pula diri kita. Punya adab dan akhlak yang baik jauh lebih utama dibandingkan punya amalan yang banyak tetapi tidak berakhlak dan beradab yang baik.

“Aku mempelajari adab selama tiga puluh tahun dan aku mempelajari ilmu selama dua puluh tahun.”

-Ibnu al-Mubarak-
                Lalu, apa yang harus dilakukan agar jadi manusia beradab dan berakhlak? Dituliskan dalam buku “Ensiklopedi Adab Islam” tulisan `Abdul `Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada adalah dengan melaksanakan seluruh perintah Allah, baik yang hukumnya wajib maupun sunnah. Meninggalkan seluruh laranganNya, baik yang haram ataupun makruh.

Sebagai contoh, adab kita sebagai seorang anak kepada orang tua. Salah satunya adalah senantiasa berbicara dengan lembut di hadapan mereka. Dituliskan dalam Al-Qur`an Surat Al-Isra` ayat 23, “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Maka, hal ini penting untuk kita perhatikan yaitu salah satu adab yang utama agar kita sukses di dunia apalagi di akhirat. Karena apa? Janganlah sampai ada di antara kita yang berprestasi di sekolah tapi masih sering tidak hormat kepada orang tua. Apalagi masih menyepelekan adab kepada guru dengan masih tidak serius memperhatikan ketika diterangkan pelajaran. Sungguh Sobat, adab kita lebih utama dibanding punya ilmu yang tinggi. Lalu, bagaimana kalau punya dua-duanya? Tentu, itu sangat dan sangat jauh lebih utama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar