Selasa, 07 Februari 2017

ULAMA MUDA



Oleh: Chazim at-Temanggungi 

Sobat ingin jadi orang berilmu? Sebenarnya tidak sulit, asalkan ilmu yang telah Sobat dapatkan berusaha untuk diamalkan. Allah pun akan memudahkan untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru. Nah, tokoh kali ini memberikan teladan kepada kita bagaimana menggapai ilmu. Kisah ini diambil dari buku “Masa Kecil Para Ulama” karya Abu Umar Abdillah Masa Kecil Silahkan disimak ya! 

Ia bernama Sahl bin Abdullah. Lahir di Tustar sekitar tahun 200 H. Di samping pintar dan cerdas, ia juga rajin beribadah. Bahkan sejak umur tiga tahun, Sahl sudah terbiasa menjalankan Shalat Tahajud. Hebat ya? 

Saat usia lima tahun, Sahl banyak menjalankan puasa sunnah seperti puasa Senin dan Kamis. Puasa Ramadhannya pun penuh. 

Di usia sembilan tahun (kira-kira kelas 3 atau kelas 4 SD), Sahl mulai mengembara untuk menuntut ilmu. Ia berjalan ke tempat-tempat para ulama yang jauh dari rumahnya. Rajin beribadah dan belajar membuat Sahl seolah menjadi anak ajaib. Umur enam tahun, Sahl pun sudah mampu menghafal Al-Qur'an.

Sejak kecil, Sahl juga rajin menulis. Ia rajin mencatat pelajaran yang didapatkan dari gurunya. Ia juga menulis untuk dibaca orang lain. Pena dan tinta tidak pernah lepas dari saku bajunya.

Sahl pernah ditanya, “Sampai kapan seseorang menulis ilmu?” Ia menjawab, “Hingga meninggal, lalu sisa tintanya dimasukkan ke dalam kuburnya.” Itulah jawaban yang menunjukkan tekad Sahl untuk terus belajar, membaca dan menulis.

Yang istimewa lagi, tingginya ilmu tidak membuat Sahl ujub atau sombong. Karena tujuan mencari ilmu itu untuk diamalkan, bukan untuk dipamerkan.

Beliau pernah mengatakan bahwa: “Orang yang bodoh itu ibarat mayit, orang yang lupa seperti orang yang tidur dan orang yang bermaksiat seperti orang mabuk.” Adakah Sobat yang ingin mengikuti jejak ulama muda ini?               

Sumber: Naskah Nih #14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar