Kamis, 23 Maret 2017

Ganteng-ganteng Menjaga Diri


Oleh: Annafi`ah Firdaus

“Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka.”

Inilah permintaan kepada Allah saat digoda para wanita agar mematuhi ajakan istri tuannya. Benar-benar ia memohon dihindarkan dari perlakuan istri tuannya yang berniat keji. Ia sebenarnya juga berkehendak, karena istri tuannya memang cantik. Tapi Allah telah menolongnya dengan memalingkan hatinya agar tetap menjaga kehormatan diri.

Pastilah tidak asing dengan kisah nabi yang satu ini. Kisah nabi yang sangat tampan. Kisah seorang nabi yang ia sadar dirinya tampan dan memikat banyak mata. Tapi baginya, tampan adalah ujian. Ia ditakdirkan mendapatkan perlakuan yang membuatnya harus berpisah dari orang tua dan saudara, dilemparkan ke sumur, bahkan di penjara. Siapa dia? Nabi Yusuf `Alahi Sallam.

Wajah Nabi Yusuf memang sangat tampan. Dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam “Kisah Para Nabi” wajah Nabi Yusuf seperti halnya kilat. Setiap kali ada wanita datang untuk suatu keperluan, Yusuf menutup wajah. Yang lain mengatakan, “Yusuf sering mengenakan penutup kepala agar tidak dilihat orang.” Ya. Tampan adalah ujian bagi hingga jadi penyebab utama istri penguasa Mesir sangat mencintai Nabi Yusuf.

Nabi Yusuf adalah manusia pilihan. Ia dijaga oleh Allah dari segala keburukan meski orang di sekitarnya ingin berbuat buruk. Tatkala ia berada di rumah tuannya bersama istri tuannya, wanita itu menutup seluruh pintu kemudian mendekat kepada Yusuf.
“Marilah mendekat kepadaku.”

“Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik,” jawab Nabi Yusuf.

Sungguh, wanita itu sangatlah berkehendak berbuat zina bersama Nabi Yusuf. Begitu pula Nabi Yusuf, ia sejatinya juga ingin berbuat zina. Tapi, Allah telah memalingkan Nabi Yusuf.
Nabi Yusuf kemudian lari menuju pintu untuk menyelamatkan diri. Wanita itu pun mengejar dari belakang hingga menarik gamis Nabi Yusuf sampai robek. Ternyata, suami perempuan itu di depan pintu. Dengan keji pula, wanita itu memfitnah Nabi Yusuf.

“Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu, selain dipenjarakan atau dihukum dengan siksa yang pedih?”

“Dia yang menggodaku dan merayu diriku,” Nabi Yusuf menjelaskan.
Allah pun melindungi Nabi Yusuf. Dia Allah, jadikan seorang saksi dari keluarga wanita itu untuk menjelaskan kebenaran. “Jika gamisnya robek di bagian depan, maka perempuan itu benar, dan dia (Nabi Yusuf) termasuk orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya robek dari belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan dia (Nabi Yusuf) termasuk orang yang benar.”

Maka tatkala suami dari wanita itu melihat bagian gamis mana yang robek, kebenaran sudah jelas. Gamis yang robek adalah bagian belakang karena ditarik wanita itu. Nabi Yusuf pun dalam kebenaran atas perlindungan dari Allah Ta`ala.

Betapa seseorang yang mulia seperti Nabi Yusuf tetap menjaga diri. Ia sadar bahwa ketampanannya bisa mengundang keburukan bagi yang memandangnya. Ia pun menutup wajahnya setiap kali bertemu dengan wanita.

Kita? Tampankah? Cantikkah? Pastilah ketampanan dan kecantikan kita nggak seganteng Nabi Yusuf. Maka, pandanglah apa-apa yang layak dipandang. Dan jangan membuat diri berlebihan agar tidak dipandang “banyak mata” sehingga jadi jalan keburukan kebanyakan orang.


*Naskah lolos Kusen per 17 Maret 2017 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar