Rabu, 15 Maret 2017

Terbang Raih Impian atau Ikut-ikutan?


@denizdinamiz

"Eh, impian ini keren lho... Bisa naik pesawat, gajinya gede, fasilitas terjamin, pokoknya asyik deh!” cerocos temen kita. Habis dibilangin seperti itu, kamu ikut-ikutan deh... Padahal kita nggak tahu bakal disuruh ngapain? Nggak tahu apa asyiknya kerja begituan? Nggak yakin apa iya segitunya?

Atau... Kamu dijodohin ama orang tua? “POKOKNYA kamu harus jadi anu. Bapak dan ibu nggak bakal ngijinin kalo kamu nggak jadi anu. Kamu harus sekolah yang bener, kuliah yang tinggi (di lantai 3 kali?), dan berhasil menjadi seorang anu...” Kenapa? Kamu nggak tahu apa itu anu? Anu itu variabel yang bisa di-substitusi. Lha? Tambah bingung? Maksudnya, kamu bisa menggantinya dengan kata lain apa aja, seperti: dokter, tukang insinyur, pengacara, psikolog, dan seabrek pilihan karir lainnya.

Pernahkah kamu mengalaminya? Kamu diminta orang tua menjadi anu. Padahal sebenernya kamu pingin jadi yang lain... Ya.. gimana lagi... Eit, eit, sekarang bukan saatnya mikirin gimana orang lain. Sekarang saatnya mikirin: gimana kata hati kamu? Apa impian yang benar-benar kamu inginkan? Nge-ceknya gampang. Coba tanya pada dirimu: “Kalau semua orang di dunia membiarkanmu memilih, apa impian pilihanmu?” Coba pikirkan.

Tapi, ada yg lebih penting lagi: “Apa impian kamu udah cocok dengan keinginan-Nya?”

#Impian #Idaman, Pas di #Hati diridhoi #Ilahi , #Fly to #Heaven

fly\ˈflī\ a : to move in or pass through the air with wings b : to move through the air or before the wind or through outer space c : to float, wave, or soar in the air Origin: Middle English flien, from Old English flēogan; akin to Old High German fliogan to fly and probably to Old English flōwan to flow. First use: before 12th century

Tidak ada komentar:

Posting Komentar