Selasa, 18 April 2017

BERLOMBA MENUJU PUNCAK

Oleh: Annafi`ah Firdaus 

Demi waktu yang dengannya Allah bersumpah. Demi Ramadhan apabila telah datang. Sungguh, manusia mengalami kebangkrutan. Kebangkrutan besar karena lalai dengan hari-hari Ramadhan. Padahal “obral” pahala di depannya. Namun, ternyata ia malah sibuk dengan urusan dunia. Sangat sibuk dengan urusan dunia. Al-Qur`an dilalaikan. Majelis ilmu ditinggalkan. Bahkan tidak sadar sedang melakukan hal yang sia-sia. Hidupnya bagaikan perahu berlayar yang tiada tujuan. Terancam terkena ombak dan tenggelam. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya.

Kawan, adalah Ramadhan sudah di depan mata. Ia siap menanti pejuang-pejuang melawan nafsu diri menuju puncak kemuliaan. Ia adalah event besar dan penting umat Muslim di seluruh dunia. Semuanya akan merasakan lapar dan dahaga, merasakan persaudaran seiman, dan merasakan pelatihan yang sama. Maka, adakah persiapan sudah dilakukan untuk menyambutnya? Persiapan mengambil kesempatan menuju puncak kemuliaan di hadapan Allah: puncak takwa.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ya. Takwa adalah tujuan dari “perlombaan” besar ini. Melalui ibadah yang diperintahkan Allah yaitu puasa, bukan untuk menurunkan berat badan, atau agar sehat, atau bisa makan yang enak saat berbuka puasa. Tapi untuk takwa. Agar ia senantiasa mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan serta tidak mengikuti hawa nafsu untuk melakukan keburukan.

Dan sungguh, takwa adalah sebaik-baik gelar untuk manusia. Gelar inilah yang membedakan kualitas manusia. Gelar inilah yang membuat gelar lain seperti kebangsawanan, kekayaan, kepintaraan kalah jauh dengan yang namanya takwa. Karena takwa adalah puncak kemuliaan dan kehormatan di hadapan Allah Ta`ala.

Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan menuju Ramadhan? Tentu yang utama adalah ilmu. Sedangkan yang kedua adalah amal. Kita harus buka-buka lagi nih apa saja yang ada dalam Ramadhan. Mulai dari keutamaannya, amalan utama di dalamnya, sampai-sampai kita perlu juga membuka kisah para generasi terdahulu dalam menghabiskan bulan Ramadhan. Dihabiskan untuk jalan-jalankah? Untuk berhura-hurakah? Atau mereka sibuk dengan Al-Qur`an dan shalat malam?


Sebaik-baik program hidup kita adalah sesuai Al-Qur`an. Termasuk persiapan menuju Ramadhan. Dalam dua bulan sebelum Ramadhan yakni Sya`ban dan Rajab, setelah mendapatkan ilmu, ayo “pemanasan” dalam beramal. Di antaranya puasa dan shalat malam. Agar saat Ramadhan tiba, badan kita tidak loyo. Agar semangat tidak menciut apalagi malah menghilang. 

-----

*Naskah Lolos Kusen per 14 April 2017 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar