Jumat, 14 April 2017

Petani dan Awan

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Pada zaman dahulu ada seorang yang berjalan di padang tandus. Tiba-tiba ia mendengar suara dari dalam awan, “Siramlah kebun si Fulan.” Lalu awan itu berjalan menuju tempat yang dipenuhi batu-batu hitam. Orang itu pun berjalan mengikuti awan itu berjalan, selain banyak batunya di sana terdapat sebuah parit yang penuh dengan air yang mengalir.

Maka tampaklah seorang laki-laki yang sedang berada di tengah kebunnya. Ia sedang membagi air dengan sekopnya. Kemudian orang yang berjalan mengikuti awan itu bertanya, “Wahai hamba Allah! Siapakah namamu?” “Fulan” Jawab laki-laki tersebut. Ternyata nama itu sama dengan nama yang didengarnya dari awan tadi.

Maka Fulan balik bertanya, “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Ia menjawab, “Sesungguhnya aku mendengar suara dari dalam awan yang mencurahkan air ini, ‘Siramlah kebun si Fulan’, dan nama itu persis namamu, apa yang telah kamu perbuat?“

Fulan menjawab, ”Karena engkau bertanya seperti itu, ketahuilah sesungguhnya aku selalu memperhatikan hasil dari kebun ini. Sepertiga hasilnya aku sedekahkan, sepertiga aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga aku gunakan untuk bibit.”

-------

*Naskah yang lolos per 14 Maret 2017 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar