Rabu, 24 Mei 2017

DEMI BISA IKUT


Oleh: Isna Nurbaiti

Pada bulan Ramadhan tahun kedua Hijriyah, terjadilah Perang Badar. Perang ini adalah perang antara Rasulullah serta kaum Muslimin dengan kaum Musyrikin (penyembah berhala). Para Muslimin sangat semangat untuk ikut di perang ini karena tahu hadiahnya adalah surga. Termasuk anak-anak yang ingin ikut perang.

Alkisah, ketika pasukan Islam menuju ke arah Badar, seorang anak bernama Umair bin Abi Waqqash yang masih berusia 16 tahun ingin ikut perang. Tetapi Umair bin Abi Waqqash takut tidak diizinkan Rasulullah untuk ikut berperang karena masih kecil.

Teman-teman tahu apa yang kira-kira Umair lakukan kemudian?

Dengan sembunyi-sembunyi ia masuk ke dalam barisan pasukan. Ketika kakaknya yang bernama Sa'ad bin Abi Waqqash menanyakan hal itu, ia menjawab: “Aku takut Rasulullah melarangku ikut dalam perang ini, mudah-mudahan aku menjadi syahid.”

Pada saat pemeriksaan pasukan perang, keberadaan Umair bin Abi Waqqash ternyata diketahui oleh Rasulullah. Lalu Rasulullah melarangnya ikut karena Umair masih kecil. Umair pun menangis dengan kencang dan memohon ingin tetap ikut berperang kepada Rasulullah.

Maka hati Rasulullah tersentuh dan akhirnya mengizinkannya ikut dalam perang. Umair meraih apa yang ia cita-citakan, yaitu mati syahid di jalan Allah.

Itulah kisah dari Umair yang sangat semangat dalam usahanya demi ikut perang.

Lalu bagaimana usaha darimu untuk menjalankan “perang” yaitu puasa Ramadhan ini?




Tidak ada komentar:

Posting Komentar