Selasa, 09 Mei 2017

Ramadhan; Tamu yang Dirindukan

Oleh: Wahyu Setyawan

Alkisah. Suatu ketika Ibrahim As keheranan. Ia kedatangan beberapa orang yang belum Ibrahim kenal sebelumnya. Tiga orang yang tak pernah ia kenal di negerinya. Tiga orang tersebut bertamu  kepada Ibrahim.

Ibrahim tidak menyia-nyiakannya. Tamu yang tidak tampak pada diri mereka tanda-tanda orang berpergian. Datang mendadak tanpa kendaraan. Tamu tersebut, Ibrahim sambut dengan hangat dan spesial. Bagaimana tidak spesial. Apa yang Ibrahim hidangkan, kepada tamunya belum pernah dilakukan oleh orang zaman sekarang, mungkin.

Ibrahim bergegas menyiapkan hidangan spesial untuk tamunya.

Ya, tak main-main. Anak sapi yang gemuk, menjadi menu utama untuk para tamunya. Ibrahim sendiri yang menyembelih dan menghidangkannya. Namun, setelah terhidang seluruhnya, tamu tersebut tidak segera menyantap apa yang telah dihidangkan. Ibrahim kian tumbuh rasa khawatir dalam dirinya. Namun, tamu tersebut menenangkan, karena mereka datang diutus untuk menyampaikan kabar gembira kepada Ibrahim. Ya, sebuah kabar baik. Bahwa ia akan dikaruniai putra yang ‘alim nan shalih, yakni Ishaq dari rahim istrinya, Sarah.

Sebuah kisah di atas hanyalah permisalan. Bagaimana kekasih Allah, Ibrahim As menyambut dan memuliakan tamunya. Lalu, bagaimana jika tamu yang hadir merupakan tamu yang agung, spesial, nan dirindukan? Tentu, akan menambah kesungguhan untuk menyambutnya.

Ya. Ramadhan; tamu yang dirindukan oleh setiap muslimin, orang-orang yang beriman, orang-orang bertakwa, dan orang yang takut kepada Allah. Bagaimana malamnya begitu utama dan mulia? Terdapat malam yang penuh kemulian nan keberkahan. Siapa yang tak mengharapkannya? Malam yang lebih baik daripada seribu bulan; Lailatul Qadr.

Tiada waktu yang sia-sia, pasti Allah lipatkan gandakan pahalanya. Bahkan aktivitas tidur di bulan mulia ini, disebutkan sebagai aktivitas ibadah. Sungguh, keutamaan yang tiada di bulan yang lainnya. Dan lebih banyak lagi keutamaan lainnya.

Oh. Siapa yang tak ingin menyambutnya, sebagaimana Ibrahim menyambut tamunya penuh dengan  kehangatan nan spesial. Sungguh rugi dan sia-sia, jika terlewatkan olehnya; ramadhan yang dirindukan. Tamu yang mengabarkan kebaikan, rahmat dan keutamaan bagi yang melaksanakannya.

Seandainya Allah berikan umur panjang dan kesempatan untuk menyambut tamu yang agung tersebut, tentu sebuah kenikmatan yang tiada tara. Semoga, semua yang merindukan bulan Ramadhan, Allah pertemukan dengannya dan menyambutnya penuh dengan keimanan yang tertanam di dalam dadanya. Wallahu ‘alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar