Selasa, 02 Mei 2017

Tidak Kenyang


Oleh: Annafi`ah Firdaus 

"Sampai kapan mencari ilmu?”

“Sejak bisa menulis sampai masuk liang lahat,” jawab Imam Ahmad bin Hanbal.

Sedangkan ulama lain, yakni kondisi Abu Dawud saat mencari ilmu, menjadi pelajaran utama untuk kita. Beliau memiliki baju dengan lengannya yang lebar dan sempit. Lalu beliau ditanya tentang hal tersebut. Beliau pun menjawab bahwasanya lengan baju yang lebar beliau gunakan untuk menaruh buku, sedang yang kecil beliau tidak membutuhkannya.

Kita belajar dari ulama lain lagi. Kamu kenal dengan Ibnu Hajar? Oleh as-Sakhawi dalam bukunya Al-Jawahir wa Ad-Durar, “Cita-citanya (guru Ibnu Hajar) hanya terfokus pada menelaah, membaca, mendengar, beribadah, mengarang buku, serta mengajar. Tidak ada waktu sedikit pun yang beliau lewati kecuali selalu terisi dengan kebiasaannya tersebut.”

Sebenarnya, tentu ada rahasia utama kenapa mereka para ulama bisa gila kepada ilmu. Rahasia itu adalah kemauan yang keras dan kesungguhan yang tinggi. Termasuk Abu Dawud. Termasuk gurunya Ibnu Hajar. Termasuk ulama selainnya yaitu Al-Alamah Ibnu Jauzi dengan tutur dalam syairnya,

Cita-citaku dalam ilmu tiada banding
Karenanya tubuhku menjadi kurus kering
Ia diciptakan dari kebaikan yang agung hingga kematian datang
Diajak mendapatkan kesempurnaan ia pun datang
Inilah sabda Nabi yang agung
Tentang dua manusia yang tak pernah kenyang
Pencari ilmu dan pencari uang

Demikianlah kalau orang kalau sudah “gila”, apalagi sama ilmu. Ia tidak akan merasakan kenyang. Ia terus mencari “makan” untuk mengobati setiap rasa laparnya kepada ilmu. Batas akhir menuntut ilmu para ulama ialah batas akhir kehidupan. Mereka bahkan mencurahkan segenap kemampuan dan tenaganya demi mendapatkan ilmu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar