Rabu, 07 Juni 2017

Yang Muda, Yang Bercahaya


Oleh: M. Fatan Fantastik 

Telah masyhur perkataan Imam Asy-Syafi'i saat menyampaikan nasehat dari gurunda Waki' untuk dirinya:

“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa  ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.”

Ya. Ilmu adalah cahaya. Maka siapa yang bersungguh-sungguh dan berbanyak mengambilnya, dia sedang membuat dirinya dilimpahi cahaya. Dan siapa yang enggan padanya, dia pada hakekatnya sedang membuat gelap meliputi dirinya...

Ya. Ilmu adalah cahaya. Cahaya dariNya. Maka bagaimana engkau hendak menangkapnya, tapi engkau bermaksiat kepadaNya?

Sungguh mempesona dia yang masih muda, dan rela berpayah-payah demi ilmu. Dia tak akan rugi, sungguh tak akan rugi.

Ingatlah jerih payah Ibnu Abbas menuntut ilmu, dan Allah jadikan beliau "tintanya" ummat ini. Ingatlah disiplin belajar Imam Milik di majlis para Syaikh hingga berpuluh tahun, hingga kelak Al-Muwaththa' tersusun.

Asy-Syafi'i, Al-Bukhari, As-Suyuthi, Diponegoro-Sentot, Sudirman, dan deretan para pendahulu nan shalih telah memberi teladan: tak pantas waktu muda dibuang-buang. Waktu muda adalah waktu untuk berjuang. Waktu untuk menempa jiwa. Waktu untuk menuntut dan mengamalkan ilmu.

Ya. Waktu muda adalah waktu untuk bercahaya: dengan idealisme, dengan cita-cita, dengan tanggung jawab. Itu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar