Rabu, 26 Juli 2017

“Memperhatikan Detailnya"


Oleh: A. yusuf Wicaksono 

Pendidikan, urusannya tidak sebatas guru masuk ke dalam kelas, lalu menyampaikan apa yang hendak disampaikan, jika sudah lalu pergi. Itu hanyalah bagian kecil dari sebuah proses pendidikan.

Bicara pendidikan, maka sebenarnya kita bicara tentang sesuatu yang detail, baik di kelas ataupun di luar kelas. Tidak ada hal kecil yang boleh disepelekan. Satu pun, satu pun dan sekecil apa pun tidak bisa untuk disepelekan.

Contoh jika di dalam kelas, saat guru tengah menyampaikan ilmu, namun murid malah menghadapkan wajah, tubuh, tangan dan kaki mereka ke arah temannya, ia tidak menghadap gurunya, ini satu di antara yang tidak tepat, adab kepada guru telah dilanggar. Penting bagi guru untuk mengondisikan segera, duduk menghadap agar leboh fokus, dan begitulah seharusny. Jika untuk menghadap perlu menyerong, ya harus serong. .

Sekarang kita berpindah ke luar kelas. Setiap momen penting bisa dijadikan sebagai pengokohan iman murid. Dulu Rasulullah Muhammad SAW, pernah melakukannya dan ini bisa menjadi pengajaran.

Sudah menjadi kebiasaan Rasulullah berkumpul bersama para sahabatnya, di saat mereka sedang duduk di sisi beliau, tiba-tiba beliau memandang ke arah bulan purnama. Momen inilah yang beliau gunakan untuk mengokohkan iman para sahabat. Rasulullah bersabda, "Ingatlah, sesungguhnya kalian akan dapat melihat Rabb kalian sebagaimana kalian dapat melihat bulan ini ..." Maka momen yang tepat, sebagai pendidikan yang tepat pula.

Detail-detail apa lagi yang perlu diperhatikan? Tampaknya perlu banyak tempat jika semua detail-detail dibahas dalam tulisan pendek ini. Maka pentinglah kita, memperhatikan setiap detail itu, mempelajarinya, dan menseriusinya. Mulai dari gurunya, lingkungan si murid berada; sekolah, rumah dan masyarakat, suasananya, tempat belajarnya (bersih atau kotor), benar tidaknya ilmu yang diberikan dan masih sangat banyak contoh lainnya. Bahkan, senyumnya guru saat mengajar yang mungkin tidak direncanakan, itu juga bagian dari detail tersebut.

Maka, pendidikan bukanlah urusan remeh, tidak hanya transfer pengetahuan yang ujungnya hanyalah berupa angka. Tapi lebih dari itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar