Rabu, 12 Juli 2017

Persinggahan Sepi

Oleh M.Chazim

Kita semua akan melewati lubang sepi, sunyi, dan sendiri. Lebih dari itu, sempit dan sangat gelap. Tidak ada teman sama sekali. Kalaupun ada, dia adalah makhluk yang belum pernah kita kenali.

Tahukah kalian, siapa di antara makhluk ini? Dialah Munkar dan Nakir yang ditugaskan Allah untuk menanyakan sesuatu.

Jika ia bertanya, bisakah kita menjawabnya? Karena siapa saja yang tak dapat menjawab pertanyaan yang ia ajukan, maka celakalah yang akan kita dapatkan.

Mari kita tengok kehidupan kita, sudahkah kita persiapkan dengan matang perjumpaan dengan hari-hari sepi itu? Tapi sayangnya, banyak manusia sekarang yang lalai dengan tempat persinggahan yang sepi itu. Mereka justru berasyik ria menjalankan berbagai tindakan maksiat. Semoga bukan kita.

Jika dahulu Nabi Yusuf a.s. dipenjara karena menolak berzina, maka sekarang banyak manusia masuk penjara karena berzina. Betul tidak? Maka, marilah beristighfar kepada-Nya: astaghfiruLlahal ‘azhim. Senantiasa memohon pertolongan kepadaNya. Sebelum diturunkan kerenda itu; dibuka penutupnya; terbujur berkafan; diturunkan pelan-pelan; sampailah jasad itu; di liang lahat.

Pelan ditimbun bergantian hingga membentuk gundukan. Ditancap nisan kehidupan si mayit. Engkau sendiri, sunyi, sepi, dan gelap.

Semoga menjadi renungan penting hari ini ...

Ditulis dan diubah seperlunya dari:
-         Mahroji Khudori, 2014, Lebih Baik Dipaksa Masuk Surga Daripada Sukarela Masuk Neraka, Yogyakarta: Pro-U Media.

-         Mbah Dipo, 2014, Muslim Klakson, Yogyakarta: Pro-U Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar