Rabu, 09 Agustus 2017

KUAT DENGAN ILMU

Oleh: Annafi`ah Firdaus 

Kejadian langka.

Apabila seseorang sakit parah, ianya butuh obat dari ahli kedokteran. Ia butuh diperiksa kondisinya sehingga tepat diagnosa penyakit dan tepat pemberian obat penyembuh.

Namun, berbeda dengan seorang ulama yang tidak pernah kenyang dengan ilmu ini. Seorang ulama yang tidak pernah berhenti mengkaji, tidak bosan bekerja, dan tidak letih dalam belajar.

Suatu hari ia sakit parah. Dokter pun memeriksa kondisi fisiknya. Dengan suara yang lembut dan menasehati, ia berkata kepada ulama ini, “Sesungguhnya aktivitasmu dalam menelaah dan membicarakan ilmu memperparah penyakitmu.”

Ia pun berkata, “Saya tidak sabar melakukan hal itu.”

“Saya akan menerangkan kepadamu dengan ilmumu. Bukankah jika jiwa itu bergembira dan bahagia, maka tabiatnya akan kuat sehingga mampu menolak penyakit?” Ianya melanjutkan.

“Ya.” Jawab dokter dengan singkat.

“Sesungguhnya jiwaku bahagia dengan ilmu sehingga menjadikannya kuat dan tentram!”

“Jika demikian, maka ini di luar pengobatan kami.” Jawab dokter.

Sesungguhnya, ada orang-orang yang sudah Allah karuniakan kecintaan yang luar biasa terhadap ilmu. Ada orang pula yang sudah bertahun-tahun duduk di bangku ilmu namun merasa hampa dengan yang dilakukannya.

Ada orang yang amat bahagia bisa hidup karena menempuh jalan ilmu. Ada pula orang yang amat sengsara di dunia ini karena ia tidak memahami pentingnya ilmu bagi keselamatannya.

Ada orang yang amat berpayah-payah, hingga sakit memuncak, namun ia tidak merasakan sakit yang sesungguhnya bersebab ilmu. Ada pula orang yang kepayahan karena kerja rodinya di dunia hingga sakit, dan ia semakin kesakitan bersebab kebodohan ilmu yang dipeliharanya.

Termasuk manakah kita? Termasuk ulama ini?

Ulama ini, Syaikh Ibnu Taimiyyah mengajari kita. Untuk kuat dengan ilmu. Untuk sukses dengan ilmu. Untuk bersakit-sakit dan berpayah demi ilmu.

Hingga ketika suatu kondisi yang amat sakit, perih, serta terjepit dalam perjalanan menempuh ilmu, yakinlah bahwa itu semua tidak apa-apa. Bersabarlah. Karena kemuliaan ilmu itulah yang sedang dikejar!

*Naskah Lolos Kusen per 4 Agustus 2017 di Aula Sajada 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar