Rabu, 30 Agustus 2017

WAKTUMU, KUALITAS HIDUPMU!

Oleh: Annafi`ah Firdaus

Jelas. Waktu itu lebih mahal daripada emas. Bagi siapa? Tentu bagi mereka yang punya cita-cita tinggi. Dengan segenap perhatian, mereka manfaatkan waktu dengan “pelit” agar waktunya tidak sia-sia. Dengan sangat teliti, mereka timbang-timbang hal-hal yang layak dilakukan dan ataupun layak ditinggalkan.

Bagi penuntut ilmu sejati, waktu; sesungguhnya modal baginya. Waktu inilah yang membuat penuntut ilmu bisa memberikan perhatian terbaiknya bersama ilmu. Ia bisa membaca buku, mengkaji, menulis, mendengarkan guru atau ulama berujar atau hal-hal lain yang membuat bertambahnya ilmu.

Adalah Ibnu Rajab Al-Hanbali, yang meski kita jarang mendengar namanya, tapi ada teladan mulia dalam memanfaatkan waktunya. Beliau pernah berkata, “Aku berusaha membatasi waktu seminimal mungkin waktu makanku. Sampai-sampai aku lebih menyukai makan roti kering yang dicelupkan ke dalam air agar mudah dicerna dan dikunyah, daripada harus memakan roti biasa. Hai itu aku lakukan agar waktu membacaku lebih banyak sehingga bisa menulis ilmu yang belum kuketahui.”

Dan ternyata, ada yang lebih “gila” lagi para ulama terdahulu dalam menuntut ilmu termasuk urusan membaca. Al-Lu`luai dituliskan dalam buku “Gila Baca ala Ulama” karya Ali bin Muhammad `Ali Imran pernah berkata, “Selama 40 tahun, aku tidak tidur siang ataupun tidur malam, serta tidak beristirahat sambil bersandar kecuali ada sebuah buku yang tergeletak di atas dadaku.”

Kawanku, tidakkah iri dengan kegigihan mereka dalam meraih ilmu? Mereka tetap istiqomah meski lelah fisik meronta-ronta. Mereka tinggalkan kesibukan dunia untuk sebuah kemuliaan dan harga diri; dengan memiliki ilmu.

Seharusnya kita segera sadar. Tentang waktu luang dan kesehatan yang telah berlalu dengan sia-sia.

“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar