Rabu, 27 September 2017

Mencintai Karena Allah Ta’ala Semata

Oleh: Siti Muti`ah

Hendaknya seorang Muslim mencintai saudaranya atau para sahabatnya karena Allah Ta’ala, bukan karena dari urusan duniawi, seperti kekerabatan, urusan bisnis, dan lain sebagainya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tiga perkara yang dengannya seseorang bisa merasakan manisnya iman:… Ia mencintai seseorang dan tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah…”

Inilah dia cinta sejati, tali iman yang paling kuat, dan cabang iman yang agung sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Buhul iman yang paling kuat adalah: ber-wala’ (loyal) karena Allah, bermusuhan karena Allah, mencintai kerena Allah, dan membenci karena Allah.”

Adapun cinta  karena tujuan-tujuan duniawi, sesungguhnya ia akan hilang seiring hilangnya tujuan-tujuan itu. Ini adalah cinta yang semu dan labil, tidak akan bertahan, tidak ada kebaikan di dalamnya, dan tidak akan membawa pelakunya kepada kebaikan. Kebanyakan cinta yang demikian akan berubah menjadi permusuhan hanya karena sebab sepele atau sedikit perselisihan.

Sumber: Ditulis ulang dan diubah seperlunya dari buku ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi As-Sayyid Nada (2017) Ensiklopedi Adab Islam terbitan Pustaka Syafi`i.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar