Selasa, 26 September 2017

Menjadi Penghafal Al-Qur’an


Oleh: Silvia Maharani*

1.    Menghafal Al-Qur’an dimudahkan bagi seluruh umat manusia, tidak ada hubungannya dengan kecerdasan atau usia. Banyak sekali contoh orang yang berhasil menghafal Al-Qur’an meski usia mereka sudah lanjut. Bahkan Al-Qur’an juga bisa dihafal oleh orang-orang non-Arab yang tidak bisa berbahasa Arab, begitu pula oleh kalangan anak-anak.

2.    Menghafal Al-Qur’an adalah proyek yang tak mengenal kata “rugi”.
Ketika seorang muslim mulai menghafal Al-Qur’an dengan kemauan yang kuat, kemudian dihinggapi rasa malas dan lemah sehingga dia berhenti menghafal, maka apa yang telah dihafalnya tetap bermanfaat dan tidak akan sia-sia. Bahkan sekiranya dia belum hafal sedikit pun dari Al-Qur’an, maka dia tidak terhalang dari memperoleh pahala dari membaca Al-Qur’an. Sebab setiap huruf darinya diganjarkan dengan sepuluh kebaikan.

3.    Para penghafal Al-Qur’an adalah keluarga Allah dan orang-orang terdekatNya.

4.    Menghafal Al-Qur’an dan mempelajarinya itu lebih baik daripada perhiasan dunia.

5.    Menghafal Al-Qur’an memperoleh kedudukan yang mulia di dunia dan akhirat.

6.    Penghafal Al-Qur’an ketika meninggal didahulukan penguburannya.
Setelah perang Uhud berakhir dan ketika jenazah para syuhada dikuburkan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengumpulkan dua jenazah dalam satu kubur, dan mendahulukan penguburan jenazah yang hafalannya paling banyak.

7.    Pada hari kiamat Al-Qur’an akan datang membawa syafa`at.

8.    Seorang penghafal Al-Qur’an akan bersama malaikat As-Safaratul Kiramul Bararah.
Allah berfirman:
“Di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah, yang ditinggikan (dan) disucikan, di tangan para utusan (malaikat), yang mulia lagi berbakti.” QS. Abasa: 13-16.

*Murid MTs Rumah Sajada

Referensi:
Dikutip dan diubah seperlunya dari buku Menjadi Hafizh Tips dan Motivasi Menghafal Al-Qur’an karya Ahmad Baduwailan (2016).  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar