Senin, 30 Oktober 2017

Menyambut Cahaya Penerang Jiwa

Oleh: Amin Novianto 

Beragama namun kosong jiwa. Apakah mungkin? Jika itu terjadi maka sungguh betapa mengkhawatirkan. Padahal bagi setiap muslim, tidak semestinya demikian. Semakin paham agama, semakin tenang jiwa. Jika tidak, pasti ada yang salah pada diri pelakunya, bukan Islamnya yang salah.

Ada proses yang harus selalu dijalani. Setiap saat bersamaan dengan berlalunya waktu. Proses ini adalah proses panjang, bahkan hingga nyawa teregang. Inilah proses penyucian jiwa.

Di dalam Al-Qur'an ada beberapa kata yang berkaitan dengan jiwa; antara lain: Nafs, Ruh, Qolb, Aql, Jism, Insan, Nas, Basyar, Ins, dan Fitrah. Pembahasan mengenai beberapa hal terkait dengan jiwa itu tak bisa selesai dalam waktu pendek. Maka pada pertemuan Lesehan Jum'at Jan (19/10/2017) ini baru sebatas perkenalan saja yang disampaikan oleh Pak Denis.

Dalam sudut pandang akademis pada umumnya, mempelajari tentang kejiwaan secara khusus dikaji dalam ilmu Psikologi. Psikologi mempelajari tentang perilaku dan potensi perilaku manusia. Jauh sebelum teori-teori Psikologi itu muncul dan berkembang Islam telah lebih dahulu memberi petunjuk. Pada beberapa pertemuan ke depan, forum Lesehan Jum'at JAN akan mempelajari bersama dalam rangkaian tema "Psikologi Islam."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar