Senin, 30 Oktober 2017

SANG PEMBELAJAR SEJATI

Oleh : Annafi`ah Firdaus

Siapa namamu wahai lelaki muda?” tanya Muslim ibn Khalid Az-Zanji; seorang imam, mufti, dan faqih Makkah. Suatu hari dia melihat seorang anak yang berpenampilan menarik hati. Bocah tersebut sedang menghafal syair `Arab yang indah.

 “Muhammad bin Idris,” Jawabnya dengan singkat.

Setelah diketahui lebih lanjut lagi, ternyata anak ini adalah seorang yatim yang berasal dari keturunan Muthalib ibn `Abdi Manaf. Adapun Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam adalah buyut dari Hasyim ibn `Abdi Manaf, kakak Muthalib. Ternyata masih keturunan Quraisy.

Apa yang kau lakukan di kota ini, Anakku?” Tanya Muslim

Belajar bahasa, nahwu, juga sharahnya serta menghafalkan syair-syair `Arab.”

Ketahuilah Nak, alangkah indahnya jika kefasihan lisanmu dan merdu suaramu digunakan untuk menjaga Sunnah Rasulullah. Menjaga hukum-hukum islam pada manusia. Mengajari mereka fiqh sehingga memahami agama ini.”

Nasehat Muslim ibn Khalid Az-Zanji telah menyengat Muhammad bin Idris untuk mempelajari Sunah Rasulullah dan fiqh. Usia 15 tahun anak ini kembali ke Mekkah usai melakukan pengembaraan ilmu. Saat itu, oleh Muslim ibn Khalid Az-Zanji diminta duduk ditempat biasa mengajar dan berfatwa.

Berfatwalah Nak, sungguh tiba saatnya bagimu untuk berfatwa.”

Nasehat sang guru itulah yang menjadi awalan. Menghafal Al-Quran di usia 7 tahun, menyelesaikan Al-Muwatha` karya Imam Malik di depan penulisnya Imam Malik pada usia 10 tahun. Taukah siapa dia? Ya, beliau adalah Imam Syafi`i. Nih !


Sumber: Nah 1 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar