Selasa, 24 Oktober 2017

UNTUK SIAPA SEGALA KARYA?

Oleh: Eko Megawati

Untuk siapa kita berpayah-payah mengerjakan tugas yang menguras pikiran? Untuk siapa kita bekerja keras mengumpulkan harta hingga peluh membasahi raga? Untuk siapa kita berlelah-lelah mendayakan energi kita dalam mengerjakan banyak hal yang kita suka ataupun mungkin tidak kita suka? Lantas, bagi mereka yang senang bersantai dan memanjakan dirinya, untuk siapa segala yang dilakukannya?

Mungkin di antara kita ada yang sering melalaikan amanah dan kewajibannya. Ada pula yang lalai pada janji dan tanggung jawab yang sepantasnya kita jaga. Dengan berbagai alasan kita menyangkal, berdalih bahwa berbagai kesibukan telah menyita waktu kita. Adakah demikian?
Tentu saja kita akan disibukkan oleh berbagai urusan. Bahkan mereka yang berstatus sebagai pengangguran sekalipun akan disibukkan dengan segala sesuatu yang menjadi ujian kehidupan. Untuk itulah sebuah nasihat pernah diajarkan, jika kita tidak disibukkan oleh kebaikan, maka kita akan disibukkan dengan perkara keburukan. Sobat, hendak memilih kesibukan yang akan mengantarkan ke surga, atau justru menjadi penjerumus ke neraka? Semoga Allah menjaga kita dari segala perkara yang sia-sia. Semoga Allah selalu menunjuki kita kepada jalan lurus yang diridhoi-Nya.

Sobat, mungkin kita perlu mengingat Quran Surat Ali-Imran ayat lima yang disampaikan kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW, bahwa “Sesungguhnya, bagi Allah, tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.” Di dalam firman-Nya yang lain turut disebutkan bahwa sesungguhnya Allah benar-benar mengawasi, bersama kita di mana saja kita berada. Allah pulalah yang melihat sesiapa di antara hamba-Nya yang berdiri untuk shalat, dan melihat pula perubahan gerak badan seseorang di antara orang-orang yang sujud. “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati” (Ghafir: 19).

Sobat, apapun yang kita kerjakan, tentu Allah Maha Melihat. Apapun yang terbersit dalam niatan kita, tentu Allah mengetahui. Jadi, jangan pernah lelah memohon pertolongan dan kasih sayang Allah. Jika rasa bosan mulai menghampiri aktivitas kebaikan yang kita lakukan, ingatlah Allah sebagai tujuan. Tak ada sesuatu perbuatan yang kita anggap sangat remeh sekalipun yang tidak diganjar oleh Allah. Sebagaimana Luqman mengingatkan kepada anaknya tercinta, “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16).

Jika kita seringkali lalai, mungkin ada niat yang harus diluruskan. Jika kita seringkali abai dengan seruan kebaikan, mungkin perlu menambah ilmu untuk menguatkan iman. Jika hati terasa kering dan gersang, emosi seringkali tak bisa dikendalikan, mungkin kita sedang diingatkan untuk kembali mengingat Dzat Yang Maha Pemberi Kesejukan. Mungkin kita sedang diingatkan untuk senantiasa mengingat Allah di segala kesibukan. Jadi, untuk apa segala karyamu?


Sumber: Buletin Nah #36 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar