Kamis, 30 November 2017

Dari Sumur ke Istana

Oleh: Silvia Maharani

Saudara-saudara Yusuf telah kembali ke rumah dan meninggalkan Yusuf  di dalam sumur. Saudara-saudara Yusuf telah memakan makanan dan tidur di atas tikar. Sementara Yusuf di dalam sumur, tidak ada tikar dan tidak ada pula makanan. Yusuf tidak dapat tidur dan tidak melupakan seorang pun dari mereka. Yusuf di dalam sumur yang dalam dan di hutan yang menakutkan.

Kemudian datanglah rombongan musafir melewati hutan. Dalam perjalanan, mereka merasa haus, lalu mencari sumur. Mereka pun melihat dan menemukan sumur. Mereka menyuruh salah seorang lelaki di antara mereka agar mengambilkan air. Laki-laki itu pun mengeluarkan embernya. Kemudian ia mengangkat ember itu, dan ia merasa sangat berat. Lalu mengeluarkan embernya, dan tiba-tiba ada seorang anak di dalamnya.

Laki-laki itu terkejut dan berteriak dengan keras: “Oh kabar gembira, ini seorang anak.” Para musafir itu sangat gembira, dan menyembunyikan anak tersebut. Mereka pun sampai di Mesir. Mereka lalu menjual Yusuf ke pasar dan menawarkannya kepada orang banyak seraya berkata: “Siapa yang mau beli anak ini? Siapa yang mau beli anak ini?” lalu seorang yang bernama Al-Aziz membeli Yusuf dengan beberapa dirham saja.

Al-Aziz pun membawa Yusuf ke istananya, dan berkata kepada isterinya: “Muliakanlah Yusuf, ia anak yang baik dan tampan.”

Sumber: Referensi:
Kisah Para Nabi untuk  Anak 1, Abul Hasan an-Nadwi, Jakarta: Robbani Press.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar