Kamis, 30 November 2017

Ibunda Para Syuhada

Oleh: Baroroh Itsna Romadlona

"Segala puji bagi Allah yang memuliakanku dengan kematian mereka. Aku berharap kepada-Nya agar mengumpulkanku bersama mereka dalam naungan rahmat-Nya."

Ungkapan bahagia itu terucap oleh ibunda nan mulia ini. Bahagia karena ia telah mendengar kabar gembira. Ya, sebuah kabar gembira bahwa keempat anaknya telah syahid di medan perang. Bukan sedih yang menimpanya tetapi bahagia yang ditimpanya. Untuk syuhada, Allah janjikan surga. Itulah yang membuatnya bahagia.

Siapakah sosok ibunda nan mulia ini? Beliau adalah Al-Khansa. Dari manakah ia? Beliau berasal dari Arab.

Di suatu hari,  Al-Khansa memberikan nasihat sekaligus perintah kepada putra-putranya. Apa yang dinasihatkan dan diperintahkan ibunda tersebut kepada putra-putranya? Sebuah nasihat nan tulus serta perintah dengan bijak dan benar: maju berperang dan jika syahid, maka Allah menjanjikan surga. Ya, itulah nasihat dan perintah dari ibunda nan mulia ini. Dengan izin Allah, empat putra dari Al-Khansa syahid di jalan Allah.

Dapat disimpulkan bahwa beliau adalah ibunda para syuhada. Karena mulianya ia. Mulia dalam hal apa? Mulia mengikhlaskan kesyahidan putra-putranya. Mengikhlaskan karena ia percaya bahwa kelak di suatu hari Allah pasti akan mengumpulkannya berserta putra-putranya dalam naungan kasih sayang Allah.

Lantas, bagaimana dengan kita? Sudahkah kita ikhlas jika ada salah satu keluarga kita yang berperang dan syahid di jalan Allah? Jika sudah, apakah sudah yakin juga akan janji surga untuk para syuhada? Sebuah kesiapan yang sulit. Tetapi kesiapan ini bisa menjadi mudah jika kita menyakini akan janji surga Allah yang telah dijanjikan.

Referensi:
Baswedan, Sufyan bin Fuad. 1436. Ibunda Para Ulama. Jakarta: Pustaka Al-Inabah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar