Rabu, 20 Desember 2017

Belajar kepada Umar (1)


Oleh: M Fatan Ariful Ulum

Ketika tidur,” demikian Rasulullah SAW memulai sabdanya yang diriwayatkan al-Bukhari, “aku bermimpi minum susu hingga aku melihat susu itu mengalir di kukuku, atau di kuku-kukuku; lalu aku berikan susu itu kepada Umar.” Para sahabat pun bertanya, “Apa takwil engkau (terhadapnya)?” Rasulullah SAW menjawab, “Ilmu.”

Ya. Umar mendapatkan beragam keutamaan, karena bersumber dari ilmu. Sebagaimana dalam kesempatan lain, Rasulullah menyebutkan keunggulan Umar dalam hal ilmu. Al-Bukhari meriwayatkan kepada kita dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Sungguh telah ada pada zaman orang-orang sebelum kalian banyak lelaki dari kalangan Bani Israil yang diberikan ilham, namun mereka bukan Nabi; jika di kalangan umatku ada orang seperti mereka, maka Umarlah orangnya.” Alangkah mulia persaksian itu, langsung dari sebaik-baik insan. Dari lisan yang tak pernah berdusta.

Bukankah kita ingat, saat Umar belum masuk ke dalam barisan orang-orang beriman, Rasulullah memanjatkan doa khusus—diriwayatkan oleh Ibnu Majah—untuknya? “
Ya Allah, muliakanlah (kuatkanlah) Islam dengan masuk Islamnya Umar bin al-Khaththab.”

Maka, inilah pernyataan Ibnu Mas’ud tentang peristiwa penting tersebut. “Masuk Islamnya Umar adalah kemuliaan, hijrahnya adalah kemenangan, dan kepemimpinannya adalah rahmat. Demi Allah, kami tidak sanggup mengerjakan sholat di sekeliling Ka’bah secara terang-terangan hingga Umar masuk Islam.” Dalam riwayat Al-Bukhari, Ibnu Mas’ud mengatakan, “Kami selalu merasa mulia sejak Umar bin al-Khaththab masuk Islam.”

Ya. Inilah Umar. Ilmu dan iman ditopang dengan keperkasaannya, sehingga Islam kian menjulang mulia. Hudzaifah ibnul Yaman menyebutkan, “Ilmu manusia terselip di lubang bersama ilmu Umar bin Khaththab.” Ibnu Mas’ud menegaskan, “Seandainya ilmu Umar diletakkan di satu sisi timbangan dan ilmu seluruh penduduk bumi diletakkan di timbangan lain, niscaya ilmu Umar akan mengungguli ilmu mereka."

Sumber tulisan dan
📷@emfatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar