Rabu, 20 Desember 2017

Belajar kepada Umar (2)


Oleh: M. Fatan Ariful Ulum

Ya. Inilah Umar bin al-Khaththab. Yang menurut Ibnu Mas’ud, “Di antara kami, Umar-lah yang paling mengetahui Kitabullah dan paling memahami agama Allah.”

Lantas bagaimanakah cara Umar mengikat ilmu sedemikian kuat? Putranya, Abdullah bin Umar, mengabarkan kepada kita. “ Umar mempelajari surat Al-Baqarah selama dua belas tahun. Lalu setelah memahami kandungan surat tersebut, dia menyembelih seekor sapi.”

Ya. Inilah Umar. Mulia karena ilmu, dan beramal dengan ilmu. Yang pertama memerintahkan umat Islam agar mengerjakan sholat tarawih di bulan Ramadhan secara berjamaah. Yang pertama diberi gelar Amirul Mukminin. Yang menetapkan kalender Hijriyah.

Yang menyusun peraturan pajak dan membentuk instansi pemerintah, serta berkata, “Tidak boleh menyusahkan seseorang untuk membayar lebih dari satu dirham dalam satu bulan.” Yang mengangkat para qadhi dan membuat undang-undang peradilan. Menetapkan evaluasi tahunan bagi para penguasa di wilayah Islam.

Yang menyiapkan gudang suplai makanan dan perbekalan. Menggagas peraturan untuk memonitor harga pasaran serta memantau takaran dan timbangan di pasar. Memberi perhatian khusus bagi anak-anak terlantar. Membangun kota-kota baru untuk mengokohkan peradaban Islam.

Ya. Inilah Umar bin al-Khaththab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Rabah bin Abdullah bin Qarth bin Razzah bin Adi bin Ka’b bin Lu’ay bin Ghalib al-Qurasyi. Satu diantara yang lebih dahulu beriman, termasuk sepuluh orang yang dijamin masuk surga, bagian dari Khulafaur Rasyidin, mertua Rasulullah SAW, tergolong ulama besar di kalangan para Shahabat, serta yang paling zuhud diantara mereka. Dialah Al-Faruq, sang pembebas Al-Aqsha. Radhiyallaahu ‘anhu.

Sumber tulisan dan
📷: @emfatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar