Jumat, 19 Januari 2018

BARISAN PERTAMA


Oleh: A. Yusuf Wicaksono 

Tinta-tinta sejarah telah menuliskan betapa utamanya pemuda-pemuda di masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka menempati barisan pertama dalam menyambut seruan tauhid dan teguh memegangnya.

Tentu tidak asing pada pendengaran kita tentang As-Sabiquna Al-Awwalun, yaitu mereka yang pertama-tama masuk Islam. Banyak dari mereka adalah pemuda yang usianya di bawah dua puluh tahun atau lebih sedikit.

Di antara barisan paling depan ada Ali bin Abi Thalib, kemudian menyusul Sa'ad bin Abi Waqqash, Zubair bin al-Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Kemudian mereka yang memeluk Islam sebelum masuk ke rumah al-Arqam di antaranya Khabbab bin Al-Art, Sa'id bin Zaid, Abdullah bin Mazh'un, Qudamah bin Mazh'un, Mas'ud bin Ar-Rabi', dan termasuk Al-Arqam bin Abil Arqam yang menyatakan keislamannya saat masih muda.

Gelombang perkembangan orang-orang yang masuk Islam semakin tinggi. Rumah Al-Arqam menjadi saksi mereka-mereka yang masih muda berdatangan dan berbai'at kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Lalu, kita alihkan pandangan pada pemuda di negeri Hijrah. Di kalangan kaum Anshar pun juga tidak ketinggalan. Salah satunya adalah Iyas bin Mu'adz Al-Anshari, ia menerima Islam ketika kaumnya belum mampu melihat terangnya cahaya kebenaran.

Sudah pasti bukan hanya mereka yang tertulis dalam lembaran sejarah. Mereka hanya sebagian kecil dari pemuda-pemuda di barisan depan yang menerima cahaya Islam. Meski masih muda, mereka layak menjadi sosok teladan.

Sumber naskah: IG @dik_yusuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar