Rabu, 31 Januari 2018

MENCEGAH SEBELUM BERULAH


Bisakah kita wujudkan Indonesia yang memiliki 100 % remaja utama? Itulah tugas kita. Menjaga mereka yang sudah terarah. Menguatkan mereka yang melemah. Membimbing mereka yang lengah. Menyelamatkan mereka yang kian parah.

Awalnya dimulai dengan pencegahan. Namun, riset Kaiser dan Rasminsky menunjukkan tidak ada jaminan semua remaja bisa bebas 100 % dari krisis. Usaha pencegahan dapat mengantar 80-90 % remaja menjadi bebas krisis. Lalu bagaimana dengan 10- 20 % remaja yang lain?

Kita perlu pahami masalah dan kebutuhan mereka. Idealnya, jumlah remaja bermasalah hanya sedikit. Namun masalah mereka lebih kompleks. Maka, mereka perlukan penanganan lebih khusus. Mereka perlu diperhatikan. Mereka perlu dukungan. Mereka perlu bimbingan. Mereka perlu diselamatkan.

Siapa yang melakukan? Tentu seluruh pihak yang memiliki perhatian. Orangtuanya, guru di sekolah, figur masyarakat, pakar dan ahli pendidikan, dan pihak lain yang turut peran serta mewujudkan remaja utama.

Lalu, apa yang dilakukan? Bersedia duduk bersama membahas persoalan yang ada dan menggali akar masalah agar dapat menemukan solusi yang tepat.

Kita perlukan langkah-langkah bertahap, terarah, dan solutif sesuai kebutuhan. Jangan sampai masalah ditangani dengan represif, tergesa, reaktif, dan tidak tuntas. Akibatnya, remaja seolah tampak tidak bermasalah di sekolah atau rumah. Tiba-tiba, ada kabar bahwa mereka berulah. Jangan sampai pihak berwenang melaporkan remaja bermasalah tertangkap basah. Maka, kita perlu segera berbenah. Mari.

Sumber: IG @denizdinamiz



Tidak ada komentar:

Posting Komentar