Rabu, 10 Januari 2018

MENULIS ILMU (1)


Oleh: @emfatan

Dia adalah pemuda yang kekar badannya, sempurna bentuk tubuhnya, tangkas dan gesit gerak-geriknya. Di samping itu, cerdas akalnya, antusias terhadap kebajikan, dan menjauhi dosa.

Warna kulitnya yang hitam, rambutnya yang keriting, dan asalnya yang dari Habasyah, tak menjatuhkan rasa percaya dirinya untuk menjadi manusia istimewa, apalagi dengan usianya yang masih muda. Demikian Abdurrahman Ra’fat al-Basya memperkenalkan kita dengan sosok mulia ini: Sa’id bin Jubair.

Lahir di kota Kufah pada tahun 38 H, Sa’id mencintai ilmu semenjak kecil. Dia tempuh hidupnya tanpa berleha-leha dan berpangku tangan. Orang-orang mengenalnya sebagai pemuda yang tekun mempelajari kitab-kitab. Dia hadiri halaqah (pengajian) para Sahabat Rasulullah SAW, mereguk manisnya ilmu dari mereka, dan meriwayatkan sejumlah hadits Nabi SAW dari mereka.

Sa’id bin Jubair menimba ilmu dari para Sahabat utama, diantaranya adalah Anas bin Malik, Abu Sa’id al-Khudri, Adi bin Hatim ath-Thayy, adh-Dhahhak bin Qais, Abu Musa al-Asy’ari, Abu Hurairah ad-Dausi, Abdullah bin Umar, bahkan juga Ummul Mukminiin ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa. Tapi, guru utamanya adalah Abdullah bin Abbas, sang Tinta Umat.

Sa’id mendampingi Ibnu Abbas layaknya bayangan. Dari Ibnu Abbas-lah, Sa’id bin Jubair belajar menggali tafsir Al-Quran, hadits-hadits dan seluk beluknya. Juga berbagai persoalan agama maupun tafsirnya. Hingga pun berada di atas pelana unta, menjadi momen yang sangat berharga dalam mengikat ilmu dari sang gurunda.

#Yangmudayangmencitasurga
#KILMdM

Sumber foto dan tulisan: IG @emfatan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar