Minggu, 21 Januari 2018

PEMUDA HARUS TAHU (1)



Oleh: A. Yusuf Wicaksono


Anggapan "kurang tepat", menjadikan pemuda bertingkah sesuai dengan apa yang dianggapkan kepada dirinya.

Andai orang-orang disekitarnya menganggap mereka masih anak-anak, belum bernilai, belum berbobot dan anggapan-anggapan sejenisnya, bisa dilihat hasilnya di masjid, atau di program-program sosial masyarakat. Apakah mereka ada di sana?

Sebagaimana mereka dianggap masih anak-anak, maka mereka menganggap dirinya masih berada di masa anak-anak. Akibatnya, masa anak-anak mereka semakin panjang. Begitu komentar Muhammad Abdullah ad-Duwaisy dalam buku Gaya Hidup Pemuda Perindu Surga.

Tidak hanya itu, sembunyinya pemuda di balik masa pubertas juga membahayakan, di saat itu anggapan orang-orang di sekitarnya "tidak mengapa, masih puber."


Puber itu kan bahasa kerennya usia baligh. Kalau begitu, pemuda sudah harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Sendiri! Kalau berbuat buruk, ya dapat dosa. Kalau baik, ya dapat pahala. Bukan langsung termaafkan begitu saja.

Anggaplah mereka seperti para sahabat, usia belasan sudah beriman dan berjuang. Sudah taat dan tidak menganggap dirinya anak-anak.

Sumber Naskah: IG @dik_yusuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar