Rabu, 28 Februari 2018

Fokus yang Menentramkan


Manusia memerlukan alasan untuk hidup. Tujuan untuk bergerak. Arah untuk menuju. Fokus untuk memandang.

Terkadang mata kita terlena pada hal yang tidak seharusnya. Fokus pada apa yang tidak perlu. Padahal, agama ini telah mengajarkan tentang apa yang layak menjadi fokus dalam hidup kita.

Ada 3 fokus yang menentramkan hati dibanding 3 fokus yang lain:
1. Kebesaran Allah, bukan makhluk.
Fokuslah pada kebesaran Allah, bukan ketergantungan kepada makhluk. Karena berharap pada makhluk dapat kecewa dan tertipu, sedangkan Allah Yang Maha Kaya, dengan ridho Nya, dapat memenuhi kebutuhan kita.

2. Akhirat, bukan dunia.
Fokuslah pada akhirat yang kekal abadi, bukan pada dunia yang fana dan sementara. Mementingkan kenikmatan sesaat demi penderitaan yang kekal, hanya membawa penyesalan yang panjang dan mendalam.

3. Amal, bukan amwal/harta.
Amal shalih kita akan menjadi teman setia, amwal/ harta bisa menjadi fitnah dunia dan akhirat. Ketika pikiran dan tenaga terkuras memandang dan mengejar harta, seringkali manusia lupa, yang mana tujuan, yang mana sarana. Harta hanyalah sarana mencapai tujuan utama: surga.

Fokuslah pada yang menentramkan. Jangan silau oleh dunia yang berkilau. Jangan terperangah oleh dunia yang megah. Nah.

Sumber: IG @denizdinamiz

Bermanfaat dan Berguna

Oleh: Muhammad Fikri 

Akhirat selamanya
Dunia yang sementara
Yang hidup  akan mati yang mati akan hidup
Kehidupan yang penuh berliku-liku
Gunakanlah hidupmu dengan kesabaranmu

Dan Dia akan membalasmu
Dengan balasan apa yang kamu kerjakan
Dan apa yang kamu usahakan
BalasanNya meliputi langit dan bumiNya
Jadilah hidupmu menuju akhirat yang bermanfaat dan berguna di sisiNya
Kebaikan pun datang untukmu
BalasanNya menyertaimu

Surga pun  menunggumu!

*Naskah Lolos Kusen per 27 Februari 2018 

KUSEN JAN: DUNIA LITERASI DAN PERPUSTAKAAN






KUSEN JAN Jum`at, 27 Februari 2018, Alhamdulillah dibersamai oleh Pak Yusuf Maulana. Belajar tentang "Dunia Literasi dan Perpustakaan." Betapa kita tahu, peninggalan utama para ulama kita bukan harta dan tahta. Tapi karya-karya yang bermanfaat bagi umat manusia. 

Mulai dari Ibnu Sina. Aljazairi. Ibnu Firnas. Atau ulama-ulama Muslim lainnya. MaasyaAllah. Mereka masih "hidup" sampai sekarang. Hidup dengan karya-karya mereka. Karya-karya yang memenuhi perpustakaan-perpustakaan di dunia. 

Semoga, kita pun mampu mengikuti jejak-jejak mereka. Hidup untuk-Nya. Berkarya untuk-Nya. Menulis untuk-Nya. Hingga kelak jadi insan utama dan mulia di mata-Nya. BismiLlah ... 

Manakah yang Lebih Kau Pilih?


Oleh: Baroroh Itsna Romadlona

Allah janjikan
Sebuah derajat ketinggian
Bagi kita yang tekun
Dalam mempelajari ilmu pengetahuan

Allah jua akan berikan hadiah
Berupa surga abadi nan indah
Bagi kita yang tak pernah lelah
Mengamalkan segala ilmu nan berfaedah

Duhai sahabat tercintaku
Betapa pentingnya ilmu
Nan esok akan menjadi salah satu
Penentu atau peragu akan janji dan hadiah dari Sang Maha Satu
Jadi, manakah yang lebih kau pilih atas ilmu?

*Naskah Lolos KUSEN per 27 Februari 2018  


Senin, 26 Februari 2018

LESEHAN JAN “ON BUILDING PRIME YOUTHS” #4 TEMA “IDENTITAS REMAJA"





Oleh: @JANtraining

1.    Istilah yang digunakan adalah identitas. Mengapa? Beberapa tokoh juga menggunakan istilah ini. Salah satu pembahasnya adalah Erikson (pengamat pendidikan) dalam perkembangan manusia adalah identitas. Tokoh lain adalah James E. Maria yang mengemukakan 4 identitas remaja, dll.
2.    Pilih mana? Remaja berprestasi tapi galau dengan diri dan masa depannya, atau remaja cerdas mandiri mantap menentukan langkah hidupnya (kalau ternyata jadi juara tidak masalah)?
3.    Meski sebenarnya kedua kategori itu ada. Ada remaja yang ragu-ragu untuk menentukan arah hidupnya. Ada juga remaja yang ketika SMA sudah tahu dan merasa sudah jelas akan jadi apa ketika besar nanti.
4.    Identitas secara konsep dalam psikologi adalah konsep utuh tentang diri. Tentang tujuan hidupnya, tentang prinsipnya, keyakinannya dan nilai-nilai. Kemudian setelah itu teguh atau tidak dalam memegangnya.
5.    Orang yang identitasnya matang, dia akan komitmen terhadap tujuan dan prinsipnya. Sebaliknya orang yang kepribadiannya belum matang, maka dia akan mengalami krisis, ketidakjelasan apa tujuan hidupnya dan prinsipnya, apalagi memegang teguh (Papalia, 2004).
6.    Secara bahasa, identitas berasal dari bahasa Latin, yaitu idem at idem yang artinya sama.
7.    Kata identitas ini mirip dengan karakter. Tapi beda. Identitas cenderung pada kumpulan suatu kualitas yang sama, yang mengelompokkan dalam kumpulan tertentu. Sedangkan karakter itu cenderung pada kumpulan suatu kualitas yang menjadikannya khas atau berbeda dari yang lain.
8.    Intinya identitas mengarah pada sesuatu yang menyamakan, sedang karakter mengarah pada sesuatu yang membuat khas atau berbeda
9.    Kemudian pembahasan kali ini akan menyebutkan 4 identitas remaja. Keempat identitas ini tidak bisa dikatakan saklek. Maksudnya masih ada kemungkinan untuk berubah.
10.  Melanjutkan penjelasan poin no. 5, hal itu menunjukkan bahwa identitas dapat mempengaruhi seseorang untuk berkomitmen atau mengalami krisis.
11.  Berkomitmen maksudnya adalah menjadi seseorang yang memiliki identitas matang, sedangkan mengalami krisis terjadi pada orang yang identitasnya belum matang.
12.  Komitmen artinya berpegang teguh. Ketika seorang berpegang teguh pada sesuatu, maka dia komitmen. Sebaliknya jika dia tidak berpegang teguh atau bahkan tidak punya maka dia krisis. Lalu, termasuk manakah kebanyakan para remaja atau pemuda Indonesia?
13.  Menurut para peserta yang hadir pada Special Shortcourse kemarin sore, tidak ada yang berpendapat bahwa pemuda Indonesia memiliki identitas yang matang, mayoritas peserta berpendapat bahwa identitas pemuda Indonesia belum matang.
14.  Lalu, sebenarnya bagaimanakah kompoisisi yang sebenarnya antara pemuda yang matang atau berkomitmen dengan pemuda yang belum matang atau yang mengalami krisis?
15.  Kedua pemateri sendiri masih belum melakukan survey tentang ini, tetapi ada beberapa penelitian yang sudah pernah melakukannya.
16.  Penelitian oleh Offer & Schonert-Reichl pada tahun 1992 menunjukkan bahwa hanya SATU dari LIMA remaja bersekolah di DUNIA ditemukan dalam kondisi KRISIS. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya lebih banyak yang tidak krisis dibandingkan yang krisis.
17.  Penelitian lain oleh Mead pada tahun 1928 malah menghasilkan bahwa remaja di SAMOA dan kepulauan Pasifik Selatan TIDAK MENGALAMI KRISIS.
18.  Penelitian oleh Aisawi berbeda lagi. Remaja di kawasan Teluk sebanyak 380 dengan tingkat ekonomi menengah antara usia 11-18 tahun menunjukkan bahwa 15,8% merasa resah, 13,2% merasa tegang, 2,6% suka menyendiri, dan 81,6% merasa bahagia.
19.  Menariknya perkembangan dalam islam juga seperti itu. Setelah usia baligh, kemudian pada usia 15 tahun akan disebut sebagai mukallaf yang artinya siap diberi beban.
20.  Dalam bukunya, Asy-Syantut juga berkesimpulan bahwa keluarga yang memiliki background yang baik dalam beragama, mayoritas anak-anak mereka tidak mengalami krisis.
21.  Isu utama pada remaja itu ada tiga; ideologi, pekerjaan, serta hubungan dan cinta. Bisa jadi seseorang telah mantap dengan ideologinya tetapi pekerjaannya “tidak jelas”. Ada juga yang sebaliknya. Atau ada juga yang keduanya sudah ok, tapi belum memiliki hubungan yang jelas
22.  Riset remaja bermasalah, itu awalnya dari Amerika Serikat dan tidak dialami oleh anak-anak muda negara Islam termasuk di Indonesia. Indonesia dulu tidak galau, mulai galau ketika menonton dan meniru apa yang ada di Amerika; pola berpakaian, makan dan minum sesuai Amerika.
23.  Sama seperti Jepang sekarang yang anak mudanya amburadul. Dulu Jepang tidak bermasalah, tetapi sekarang juga amburadul setelah mengikuti apa-apa yang ada di Amerika.
24.  Ketika anak-anak muda berkembang tidak beres, kemudian di masa datang menjadi pemimpin, maka kepemimpinannya akan jadi bermasalah.
25.  Kita harus menyeriusi masalah identitas remaja ini, kemudian fokus pada wilayah masing-masing; membantu anak-anak muda untuk memiliki identitas sembuh dan paripurna, dan kalau perlu dengan sengaja melakukan tindakan yang penting untuk melakukan semua ini.
26.  Mengapa? Karena anak-anak muda inilah yang esok akan menjadi pemimpin di masa mendatang. Bakan kalau perlu sudah disiapkan sejak masa kanak-kanak.
27.  Kembali ke pembagian identitas. Sudah disebutkan bahwa ada 4 macam atau jenis identitas remaja, yaitu: - Identitas Paripurna (identity foreclosure) - Identitas Sembuh (identity achievement) - Identitas Sakit (identity moratorium) - Identitas Mengambang (identity difusion)
28.  Penterjemahan jenis identitas tersebut ke dalam Bahasa Indonesia sebenarnya ada kekurangan. Karena tidak ada kata dalam Bahasa Indonesia yang mewakili makna dan rasa dari bahasa aslinya. Tetapi sudah diusahakan dipilihkan kata yang mendekati.
29.  Sebelum membahas satu per satu identitas ini, ada hal lain yang juga menjadi penting untuk remaja, yaitu role model. Jika tokoh yang dijadikan role model oleh para pemuda memiliki identitas yang baik, maka pemuda akan mengikutinya menjadi baik. Begitu juga sebaliknya.
30.  Kita lihat fenomena role model pemuda saat ini. Sebut saja si D*lan. Dia yang cita-citanya menaklukkan hati seorang gadis, prestasinya sebagai pimpinan geng motor. Jika orang ini dijadikan role model oleh anak-anak kita, maka apa yang menjadi harapan kita dari orang seperti ini?
31.  Itu sama halnya dengan orang Jepang ketika menjadikan role model yang tidak jelas. Diantaranya adalah Ninja. Karena dalam khazanah Jepang, Ninja merupakan sosok yang dihinakan, pengecut, dsb. dibandingkan dengan Samurai atau Ronin.
32.  Sehingga pembahasan identitas ini juga termasuk mengarahkan kepada siapa para pemuda sekarang memilih role modelnya.
33.  Kita mulai dari yang keempat, yaitu identitas mengambang. Cirinya adalah: -Tidak punya komitmen, tidak merasa krisis. Hanya setia pada hal-ha yang tampak. -Cenderung tidak peduli pada masa depan atau sekadar ikut-ikutan teman
34.  Selain dari anak itu sendiri, ada juga kecenderungan kondisi keluarga atau cara keluarga mendidik anaknya yang membuat anak mengambang. Hal itu adalah orang tua jarang/ tidak berdiskusi dan menyerahkan secara penuh pada anak tentang prinsip dan masa depannya.
35.  Sebenarnya sebagian besar anak-anak muda mengambang atau sakit bisa menjadi sembuh ketika ada teman atau orang lain yang bisa diajak membahas tentang nilai-nilai, menemukan prinsip-prinsip yang harusnya dipegang, dan membedakan mana yang penting dan tidak penting untuk hidup.
36.  Idealnya yang mengambil peran itu adalah orang tuanya, kalau tidak bisa keluarga besarnya, kalau masih tidak bisa maka masyarakatnya. Bahkan Khalid Syantut menyebutkan masjid menjadi pusat utama untuk menjadi sandaran para remaja untuk membahas hal-hal itu.
37.  Ketika peran ini tidak ada yang mengambil alih, maka yang terjadi adalah mereka akan mengambang. Terlebih lagi role model yang ada dan mereka jadikan panutan adalah orang dengan identitas mengambang. Kalau seperti ini, mau jadi apakah generasi masa depan kita?
38.  Identitas sakit -Sedang mengalami krisis, belum berkomitmen. -Berkeinginan kuat meraih sukses dengan harap-harap cemas. Perbedaan mendasar dengan mengambang adalah identitas sakit sadar bahwa dia sedang sakit dan dia ingin sembuh atau ingin menjadi lebih baik.
39.  Masalah hubungan dengan keluarga, orang yang beridentitas sakit ini cenderung akrab dengan ayah/ibu, tetapi berbeda pendapat dalam beberapa hal. Dari sudut pandang orangtua, sebenarnya ada ikatan yang baik, tetapi tidak bisa dalam menanamkan nilai dan keyakinan pada anaknya.
40.  Identitas Sembuh ini bisa berasal dari diri sendiri, atau dukungan dari lingkungan. Cirinya: -Berhasil melalui krisis sehingga punya komitmen -Terbuka pada masukan, teguh pada prinsip - Ada prinsip yang sudah tertanam tapi mungkin belum matang.
41.  Sekali lagi peran orangtua dalam pembahasan identitas ini mejadi penting. Orangtua harus siap hadir dan mendukung saat dibutuhkan. Selain orangtua juga guru. Guru seharusnya tidak hanya sekedar mengajarkan tetapi juga menanamkan nilai-nilai.
42.  Seorang guru, namanya Ron Clark telah mebuktikannya. Ron Clark menghadapi anak-anak yang mengambang dan kemudian kehadirannya itu siap mendampingi mereka. Hasilnya anak-anak yang mayoritas mengambang itu kemudian menjadi sembuh dan meraih prestasi tertinggi.
43.  Namun, ada satu penjagaan yang tidak akan kita temui dalam riset-riset, yaitu doa. Doa menjadi penjagaan utama para orangtua muslim untuk anaknya agar menjadi pribadi yang paripurna atau menjadi sembuh.
44.  Identitas paripurna. Cirinya -Punya komitmen, tanpa harus krisis -Meyakini apa yang dicita-citakan, terinspirasi dari harapan orangtua -Kedekatan keluarga, respek dan hormat yang kuat pada orang tua –Orang tua mengarahkan secara sadar tentang prinsip dan keyakinan hidup
45.  Bisa jadi identitas paripurna ini terbentuk karena memang seluruh keluarganya mendukung untuk itu. Orangtuanya, kakaknya, bahkan teman dan tetangganya memiliki nilai-nilai dan prinsip yang sama dan bersama-sama konsisten memegangnya.

Sumber: Twitter JANtraining

@buletinnah


Jumat, 23 Februari 2018

Remaja Indonesia, Remaja Paripurna!



Offer and Schonert-Reichl, 1992, menunjukkan bahwa di hampir seluruh bagian dunia, hanya 1 dari 5 remaja bersekolah yang mengalami krisis identitas. Ini berarti bahwa sebagian besar remaja sebenarnya tidak mengalami krisis. 80% dari mereka memasuki masa remaja dan melaluinya tanpa harus menghadapi badai dan keguncangan mental. Beda dengan apa yang dianggap sebagian orang yang tidak paham sejarah pemuda-pemuda hebat dan kenyataan di daerah beradab mulia.

Inilah yang seharusnya ada pada remaja kita, yakni seharusnya mereka yang mengalami krisis hanyalah sebagian kecil. Bahkan, tidak perlu krisis, jika bisa. Jika cara tiap pihak yang mengasuh, mendampingi, dan mendidik mereka benar, maka jumlah remaja yang mengalami krisis bisa diminimalisir.

Apa keuntungannya jika masa remaja tidak dihabiskan untuk menghadapi kekacauan identitas diri? Mereka dapat lebih berkonsentrasi meraih prestasi, mengembangkan diri, mengasah kepekaan mereka kepada orang lain termasuk berkait dengan tugas hidup mereka di tengah masyarakat, menumbuhkan tanggung-jawab dan melatih kepedulian.

Jadi bukan sekedar tidak terpapar masalah. Sekedar terbebas dari narkoba, kecanduan games, seks bebas, dan sejenisnya, bukan berarti mereka akan menjadi remaja produktif dan berbudi. Untuk itu, kita harus mengenali status identitas remaja yang kita dampingi, agar dapat membantu sesuai kebutuhan mereka.

Ada empat status identitas remaja sebagaimana disebutkan oleh James E. Marcia, yakni:
1. Identitas Paripurna atau dikenal dengan Identity Foreclosure,
2. Identitas Sembuh atau Identity Achievement,
3. Identitas Sakit atau Identity Moratorium,
4. Identitas Mengambang atau Identity Diffusion.

Selengkapnya insya Allah kita bahas bersama sore ini di #LesehanJAN #4. Kalau belum berkesempatan datang, bisa juga simak kultweet di @JANtraining. Kuy! Ngaji, ngobrol, en ngopi bareng kita emang cihuy!

Sumber Naskah: IG @denizdinamiz


Rabu, 21 Februari 2018

Bercita-cita Surga


Oleh: Baroroh Itsna Romadlona

Bercita-cita surga
Berbekal hal nan mulia
 Dilakukannya pun karena-Nya
Untuk apa?
Akan menjadi sia-sia
Jika tidak karena-Nya
Juga
Bisa menjadi perantara bagi kita
Untuk menikmati surga dan seisinya
Sebagai balasan-Nya
Maka, sahabatku tercinta
Mari bercita-cita surga
Dengan melakukan hal nan mulia
Karena-Nya

*Naskah lolos KUSEN per 20 Februari 2018 

Senin, 19 Februari 2018

MAHAL? TIDAK DIJUAL!


Oleh: Annafi`ah Firdaus 

Jelaskanlah batas tujuan, jangan menerawang, dan tentukan garis jalan yang akan kita lalui untuk mencapai tujuan itu.
-Hamka-

Kamu punya cita-cita yang tinggi? Selamat! Inilah harta mahal milik setiap muslimin. Sebab, tingginya kehormatan dan kedudukan manusia di mataNya, bergantung pada seberapa tinggi cita-cita dan niat mereka.

Iya, dua hal ini penentunya. Punya tinggi cita-cita dan niat yang mulia.

Cita-cita yang tinggi bakal membuat pemiliknya biasa bahkan suka dengan cambuk kritikan dan teguran. Pemilik cita-cita tinggi, tidak rela pula jika dirinya dekat-dekat berbagai keburukan, tempat kenistaan serta kesia-siaan. Ia tidak rela membiarkan dirinya menghabiskan semua waktunya untuk mengejar hal-hal yang rendah. Jiwanya hidup. Jiwanya menginginkan sesuatu yang amat agung dan mulia.

Adakah kita dalam kondisi itu? Ditambah lagi, sikap yang senantiasa bersungguh-sungguh dalam segala urusan, memotivasi diri sendiri untuk meraih kesempurnaan serta tidak merasa letih dan lelah dengan usaha untuk meraih cita-cita tinggi tersebut.

Maka, jikalau hari ini umat muslim butuh seorang ahli medis, ahli pendidikan, ahli teknologi, ahli informatika, yang kesemuanya untuk Allah dan membantu tegaknya harga diri kita sebagai muslim, kenapa kita masih bersantai ria? Masih merasa cukup dengan kekurangan dan  tidak megejar hal-hal yang tinggi?

Inilah “Himmah Al-`Aaliyah”. Adalah niat yang tulus, tekad yang bulat, kemauan yang keras, dan keinginan yang kuat untuk menghiasi diri dengan hal-hal yang terpuji dan melepaskan diri dari perkara-perkara yang tercela. Mempunyainya adalah harta mahal bagi setiap muslim. Bahkan,untuk mendapatkannya, tidak dijual di semua toko. Tidak tersedia di swalayan cabang kota manapun. Karena ia adalah sesuatu yang harus dicari dan diperjuangkan.



BERBINCANG TENTANG KARAKTERISTIK REMAJA



KUALITAS apa saja yang harus dikembangkan pada pribadi seorang remaja?

Aspek-aspek yang membentuk kepribadian seseorang sangat banyak dan beragam. Untuk menjadi pribadi yang utuh, diperlukan pemahaman yang menyeluruh tentang profil kepribadian.

Profil kepribadian terbaik tentu berdasar manusia-manusia terbaik. Sumber utama kita adalah profil pribadi para Nabi dan Sahabat. Tengok profil mereka di buku-buku, seperti "Gaya Hidup Pemuda Perindu Surga" (Ad-Duwaisy), "Pemuda, Antara Hijaz dan Amerika" (Budi Ashari), maupun buku-buku tentang Sirah Nabi atau kisah sahabat.

Ilmu Psikologi bisa dijadikan referensi penguat dan pelengkap, selama tidak bertentangan dengan sumber utama. Tokoh seperti Papalia, Hurlock, Santrock termasuk yang konsen pada Psikologi Perkembangan, termasuk remaja. .

Meski, ada juga tokoh Psikologi yang patut diwaspadai, seperti Stanley Hall, yang menyebut bahwa remaja adalah masa "badai stress" (storm and stress). Padahal, justru karya dan prestasi Nabi dan sahabat dilakoni pada masa muda. Kalau ada remaja bermasalah, sudah jelas ada yang hilang dari mereka. Karena bukan begitu seharusnya.

Remaja atau Pemuda Utama adalah remaja dengan kualitas terbaik di setiap aspek yang membentuk pribadinya. Pribadi Ideal inilah yang perlu kita jadikan tujuan. Lalu apa saja yang membentuk pribadi Remaja Utama?

Remaja Utama memiliki 2 aspek penting yang membentuk profil pribadinya : KARAKTER dan KOMPETENSI. Karakter tanpa kompetensi akan sulit mencapai tujuan dan memberikan manfaat. Kompetensi tanpa karakter akan tumbang dan sesat ketika menghadapi tantangan dan kesulitan.

Meski sudah dibahas Jumat sore lalu di #LesehanJAN , buat kamu yang mau tahu lengkapnya, bisa cek di twitter @buletinnah:
KULTWEET LESEHAN JAN "ON BUILDING PRIME YOUTHS" #3 dengan tema "KARAKTERISTIK REMAJA"
https://chirpstory.com/li/382656

Untuk #LesehanJAN #4 hari Jum'at, 23 Feb 2018 besok, kita berlanjut pada bahasan: Empat Klasifikasi Remaja. Buat kamu yang belum bisa gabung, karena terbatasnya kuota jumlah atau sudah mendaftar tapi ada halangan, bisa simak kultweet nya.

Yuk ngaji, ngobrol, en ngopi sama kita ... 

Sabtu, 17 Februari 2018

BERCITA-CITALAH

Lesehan JAN, 16 Februari 2018 


Oleh: Fajar Yunan Fanani 

Saudaraku tercinta
Marilah kita bercita-cita
Yang semuanya mengarah kepada Allah Ta’ala

Cita-cita yang agung nan mulia di sisiNya
Jangan hanya angan-angan saja
Jangan hanya agung dan mulia di dunia

Kecil bercita-cita
Muda bertakwa
Tua berjaya
Mati masuk surga
Surga Allah Ta’ala

*Naskah Lolos KUSEN per 16 Februari 2018 


Kamis, 15 Februari 2018

PERTARUNGAN RASA

@denizdinamiz

Pemuda Utama tidak mudah kalah oleh perasaan jahat. Satu diantara karakteristik penting yang dimiliki para pemuda utama adalah berkarakter kuat. Gigih berjuang dan bertarung melawan nafsu diri, termasuk di dalam profil pemuda hebat.

Rasa kikir. Rasa Malas. Rasa lemah. Perasaan jahat akan kalah oleh kemampuan dalam mengolah hati dan batin. Tentu saja dengan seijin Yang Maha Menguasai Hati. Maka, Islam mengajarkan doa penguat hati untuk bertarung melawan rasa-rasa jahat itu:
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ

Ya Allah, aku berlindung padaMu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung daripada sifat lemah dan malas, dan aku berlindung padamu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung padaMu dari cengkaman hutang dan penindasan orang (Shahih Bukhari)

Adakalanya pertarungan itu menjadi kebutuhan. Bukan pertarungan antar geng pelajar atau supporter olahraga. Bukan pertarungan bertaruh nyawa yang tak jelas atau tak layak alasannya. Tetapi, pertarungan melawan nafsu yang menentukan nasib kekal kita di akhirat.

Selain itu, pertarungan juga dibutuhkan untuk memahami mana yang berkualitas. Termasuk rejeki saya ketika dapat melakukan pertarungan kopi (battle cupping) dengan racikan kopi khas Nusantara istimewa oleh @jurnalngopi, bang Richard.

Pertarungan kopi kali ini antara kopi bergendaal proses natural melawan kopi bergendaal proses full wash. Green bean kopi sama-sama berasal dari puncak pegunungan Gayo, desa bergendaal. Tepatnya dari kebun Pak Sulhi, seorang petani kopi di sana. Profil roasting pun sama, yaitu light to medium. Yang membedakan hanyalah proses pembersihan dan pengeringan kopi sebelum siap di-roasting. Namun, pertarungan rasa bisa berjalan seru istimewa karena rasa yang dihasilkan bisa begitu berbeda.

Setelah membersihkan krema kopi agar tidak mengganggu pengecapan rasa, mas Richard dengan senyum renyahnya mempersilakan pertarungan dimulai.

Seruput pertama jatuh pada proses full wash. Mandi besar, kalau istilah @ngopiisme, warung kopi rintisan penggiat anak muda di dunia perkopian. Richard senantiasa semangat membuka sekolah kopinya tiap hari Selasa selama 27 bulan terakhir.

Pukulan demi pukulan rasa dilayangkan di lidahku. Sesekali diselingi rehat air bening antara dua jenis kopi itu. Agar antara rasa tidak saling terkontaminasi. Gurih rempah muncul dari Si Mandi Besar. Serai, jelas Richard. Ketika giliran Si Bergendalisme melayangkan pukulan pertama, tamparan asam fruity yang membekas di lidah. Yap. Aku kenal rasa ini. Mirip dengan yang dihasilkan oleh kopi Kenya Marumi AA, rasa Blueberry.

Pertarungan diakhiri dengan final blow dari Si Mandi Besar dengan kuncian akhir yang berkesan, asem manis tegas. Sempat bingung mengidentifikasi rasa apa yang dimaksud. Richard pun memperjelasnya: "Apel Malang". Huuuuf... Pertarungan sengit yang menantang indera pengecap rasa. Siapa pemenangnya? Pilihan jatuh pada: Si Bergendalisme!

Kopi hanya satu diantara kekayaan luar biasa yang Indonesia miliki. 70% dari kopi terbaik dunia ada di Indonesia. Sayangnya, dunia Internasional mengenal kopi Indonesia sebagai kopi yang tidak stabil. Bukan karena masalah alam. Tetapi karena ulah manusianya yang tidak bisa menjaga standar kualitas kopi dari penanaman pohon sampai di seruputan pertama. Entah mencampur kualitas buah petik merah dengan yang masih hijau. Kemampuan roasting anak negeri yang terbatas juga bisa berandil. Maka, seneng kalau ada anak muda seperti @sangraiisme yang getol mengasah diri agar berkemampuan ahli.

Karena begitulah seharusnya pemuda utama: berkarakter kuat dan terpuji, berkompetensi tinggi dan ahli. Semoga Allah selalu memberikan berkah dan limpahan rahmat agar pemuda Indonesia siap bertarung kemampuan di kancah dunia, layak meraih ridho Allah di surga. Pemuda Utama: pemuda berkarya dunia, berbuah surga!

#pemudautama dan #coffee #indonesia#berkarakter dan #berkualitas #dunia

Selasa, 13 Februari 2018

Semuanya Karena Allah Ta’ala

Oleh: Muhammad Fakih 

Hanya mengharap rida Allah semata
Melewati semua tantangan yang ada
Walaupun itu berat rasanya
Itulah arti niat yang ikhlas karena Allah Ta’ala

Bukan karena manusia
Sebab semua amal tergantung pada niatnya
Apabila niatnya karena Allah Ta’ala
Dalam semua kegiatan

Akan dicintai oleh-Nya
Pahala yang besar akan diberikan-Nya

Dan dimasukkan ke surga-Nya

*Naskah Lolos KUSEN per 2 Februari 2018 

Rabu, 07 Februari 2018

GALERI QUOTE REMAJA UTAMA



LESEHAN JAN "ON BUILDING PRIME YOUTHS" #1


Sekarang kita perlu remaja utama. Remaja yang jelas cita-citanya. Remaja yang jelas arah hidupnya. Dari mana kita mulai membentuk remaja utama? Kita mulai dari Himmah, dari mimpi, dari cita-cita.

Sudahkah terbayang tentang cita-cita yang ingin kita raih esok hari? Atau bagi yang sudah memiliki putra, akan menjadi apakah kelak putra-putri kita kelak?
Usia-usia Assabiquna Awwalun masuk Islam:

1.    Abu Bakar: 37 tahun
2.    Umar bin Khatab: 27 tahun
3.    Ustman bin Affan: 34 tahun
4.    Ali Bin Abi Thalib: 10 tahun
5.    Thalhah bin Ubaidillah: 14 tahun
6.    Zubair bin Awwam: 15-16 tahun
7.    Sa`ad bin Abi Waqqash: 17 tahun
8.    Sa`id bin Zaid: 15 tahun
9.    Abu Ubaidah bin Jarrah: 27 tahun
9.    Abdurrahman bin Auf: 30 tahun

Mari kita perhatikan. Paling banyak sahabat nabi yang AWAL masuk Islam adalah dari kalangan remaja (usia muda). Tidak hanya itu, pada masa Umar bin Abdul Aziz, ada pula seorang pemuda yang usianya 10 tahun sudah menjadi juru bicara kerajaan.

Dalam sebuah Syair arab:
ليس  الفتى من يقول هذا ابى # لكن الفتى  من يقول ها انا ذا 
“Bukanlah pemuda yang mengatakan ‘Ini bapakku’, tapi yang mengatakan ‘Inilah aku, inilah prestasiku’”.

Di dalam buku Shahababun Sahabat dituliskan bahwa remaja kecil-kecil yang banyak menghafal Al Qur’an adalah usia 13 tahun dan sebayanya. Di dalam periode sejarah di zaman sulu sampai sekarang, pemuda sudah tampil dengan penuh perjuangan. Allah tidak pernah salah menaruh iman. Allah pilih hati-hati yang baik kemudian Allah menanamkan nilai padanya. Anak muda bisa bersaing dengan yang lebih tua untuk berperang. (Kita?)

Dalam catatan para ulama di kitab Geografi, mencatat: minimal 220 sahabat nabi yang di kategorikan muda. Mereka berkontribusi dalam bidang bidang Ilmu/Pendidikan, dakwah, jihad hingga kepemimpinan.

Dalam ahli berdakwah diantaranya ada Mu`adz bin Jabbal. Muadz bin Jabbal ini memiliki pancaran iman yang sangat luar biasa. Silahkan baca biografinya!

Dalam bidang jihad, para pemuda sahabat saling bersaing dan melatih diri dengan memanah dan bergulat, serta berlomba-lomba untuk mengikuti peperangan. Bahkan mereka ada yang sampai sembunyi-sembunyi ikut rombongan perang.

Di dalam Al Qur’an, Allah memuji anak-anak muda Al Kahfi. Mereka yang melarikan diri karena iman, kemudian bersembunyi dalam gua. Jadi pekerjaan mereka adalah lari, kemudian tidur demi menyelamatkan iman mereka. Sungguh, di dalam dada mereka dimasukkan hidayah yang amat kuat oleh Allah.

Selain pemuda Al-Kahfi, di dalam Al-Qur`an juga dikisahkan pemuda yang menjadi saudagar. Pemuda bernama Musa dan Yusya` bin Nun. Bahkan ada pemuda yang pernah menguasai dunia: Dzul Qornain.

Ibnu katsir menerjemahkan mereka ini adalah pemuda. Karena mereka masih muda, maka mereka lebih mudah mendapatkan petunjuk dari pada usia tua. Anak muda lebih jernih memandang sesuatu.

Maka, beginilah seharusnya pemuda. Menjadi pemuda yang utama. Bisakah kita menjadi bagian dari pemuda utama itu? Bisakah di antara kita suatu saat ada yang menjadi pemimpin Indonesia? Atau kalau terlalu kecil, bisakah menjadi penguasa Asia sampai menguasai dunia? InsyaAllah. BismiLlaah...

Bagaimanakah dengan pemudi utama di dalam Al-Qur`an? Ada! Mereka adalah Maryam binti Imran, Kakaknya Musa, dan Dua putri Syu`aib.

Maryam adalah pemudi yang menjaga kesucian dirinya. Disiapkan serius untuk menjadi ibunya Isa.

Kakaknya Musa. Pemudi ini mendapat dari sang ibunda dan dilaksanakan dengan baik. Tugasnya memata-matai ke manakah hanyutnya bayi Musa dan kemudian melakukan “tipu daya” hingga akhirnya Musa kembali ke pangkuan sang Ibunda. Dengan alasan hanya sang wanita (ibunda Musa) yang bisa menyusui Musa.

Dua putri Syu`aib. Mereka berdua mendapatkan tugas menggembalakan kambing. Hal ini untuk sang ayahnya yang sholeh: Nabi Syu`aib. Maka, bukankah ini pekerjaan utama pemudi utama? Menggembala kambing (hehe ^^). Cerita selanjutnya, silahkan cek di Al-Qur`an.
Kita tidak kekurangan dengan contoh para pemuda pemudi Islam. Semuanya sudah di jelaskan di dalam Al-Qur`an. Maka kita perlu remaja utama. Remaja utama yang kuat, yang tumbuh, yang berkembang, dan remaja yang memiliki keunikan.

Keunikan pemuda:
-          Mereka memiliki tanggungjawab
-          Fase kekuatan
-          Usia paling utama
-          Fase usianya terpanjang

Suatu hari, ada 4 anak muda yang duduk di dekat Ka`bah kemudian mengutarakan cita-citanya: Tiga di antaranya ingin menguasai beberapa wilayah dan daerah, dan satu orang terakhir mendoakan keberkahan kepada mereka dengan cita-citanya cukup dipahamkan dengan ilmu dan agama. Cita-cita mereka terwujud!

Bagaimana dengan kita?

Ingin menjadi seperti apakah pemuda saat ini di masa mendatang?

Pilih cita-cita dunia atau akhirat? Atau dua-duanya?


Tulislah. BismiLlaah ...

Selasa, 06 Februari 2018

GALERI FOTO LESEHAN JAN "ON BUILDING PRIME YOUTHS"


M. Fatan, sebagai satu di antara pemateri "On Building Prime Youths" di pertemuan pertama Lesehan JAN ini. "Kita butuh remaja utama; sekarang. Kita harus mempersiapkannya; dari sekarang," M. Fatan A. Ulum dalam materinya.



Sebanyak 60 peserta dari kalangan pelajar SMP dan SMA, Mahasiswa, sampai umum mengikuti agenda Lesehan JAN ini.


"Kita perlu remaja utama; SEKARANG." 

BAHAN PENGGERAK*

Oleh: Atik Setyoasih 

Siapa saja yang mengerjakan sesuatu
Supaya namanya disanjung setiap waktu
Niscaya suatu kelak
Ia mengalami saat susah bangkit
Dari keterpurukan bergerak

Siapa saja yang sedang menuntut ilmu
Supaya dianggap orang terpelajar
Kemudian dianggap orang terpandang
Dan kemudian dianggap layak di depan
Niscaya kelak
Ia rugi serugi-rugi orang
Bau surga pun tak ia genggam

Bak bahan penggerak utama
Inilah bahan penting yang perlu diluruskan
Niatkan semua untuk Sang Pencipta
Niatkan belajar kita untuk Pemilik Segala Daya
Karena dengannya
Ia jadikan teguh hatinya
Kemudian kokoh tekadnya
Serta, tinggikan derajat pemiliknya

Sumber naskah: Naskah Lolos KUSEN per 2 Februari 2018