Rabu, 07 Februari 2018

LESEHAN JAN "ON BUILDING PRIME YOUTHS" #1


Sekarang kita perlu remaja utama. Remaja yang jelas cita-citanya. Remaja yang jelas arah hidupnya. Dari mana kita mulai membentuk remaja utama? Kita mulai dari Himmah, dari mimpi, dari cita-cita.

Sudahkah terbayang tentang cita-cita yang ingin kita raih esok hari? Atau bagi yang sudah memiliki putra, akan menjadi apakah kelak putra-putri kita kelak?
Usia-usia Assabiquna Awwalun masuk Islam:

1.    Abu Bakar: 37 tahun
2.    Umar bin Khatab: 27 tahun
3.    Ustman bin Affan: 34 tahun
4.    Ali Bin Abi Thalib: 10 tahun
5.    Thalhah bin Ubaidillah: 14 tahun
6.    Zubair bin Awwam: 15-16 tahun
7.    Sa`ad bin Abi Waqqash: 17 tahun
8.    Sa`id bin Zaid: 15 tahun
9.    Abu Ubaidah bin Jarrah: 27 tahun
9.    Abdurrahman bin Auf: 30 tahun

Mari kita perhatikan. Paling banyak sahabat nabi yang AWAL masuk Islam adalah dari kalangan remaja (usia muda). Tidak hanya itu, pada masa Umar bin Abdul Aziz, ada pula seorang pemuda yang usianya 10 tahun sudah menjadi juru bicara kerajaan.

Dalam sebuah Syair arab:
ليس  الفتى من يقول هذا ابى # لكن الفتى  من يقول ها انا ذا 
“Bukanlah pemuda yang mengatakan ‘Ini bapakku’, tapi yang mengatakan ‘Inilah aku, inilah prestasiku’”.

Di dalam buku Shahababun Sahabat dituliskan bahwa remaja kecil-kecil yang banyak menghafal Al Qur’an adalah usia 13 tahun dan sebayanya. Di dalam periode sejarah di zaman sulu sampai sekarang, pemuda sudah tampil dengan penuh perjuangan. Allah tidak pernah salah menaruh iman. Allah pilih hati-hati yang baik kemudian Allah menanamkan nilai padanya. Anak muda bisa bersaing dengan yang lebih tua untuk berperang. (Kita?)

Dalam catatan para ulama di kitab Geografi, mencatat: minimal 220 sahabat nabi yang di kategorikan muda. Mereka berkontribusi dalam bidang bidang Ilmu/Pendidikan, dakwah, jihad hingga kepemimpinan.

Dalam ahli berdakwah diantaranya ada Mu`adz bin Jabbal. Muadz bin Jabbal ini memiliki pancaran iman yang sangat luar biasa. Silahkan baca biografinya!

Dalam bidang jihad, para pemuda sahabat saling bersaing dan melatih diri dengan memanah dan bergulat, serta berlomba-lomba untuk mengikuti peperangan. Bahkan mereka ada yang sampai sembunyi-sembunyi ikut rombongan perang.

Di dalam Al Qur’an, Allah memuji anak-anak muda Al Kahfi. Mereka yang melarikan diri karena iman, kemudian bersembunyi dalam gua. Jadi pekerjaan mereka adalah lari, kemudian tidur demi menyelamatkan iman mereka. Sungguh, di dalam dada mereka dimasukkan hidayah yang amat kuat oleh Allah.

Selain pemuda Al-Kahfi, di dalam Al-Qur`an juga dikisahkan pemuda yang menjadi saudagar. Pemuda bernama Musa dan Yusya` bin Nun. Bahkan ada pemuda yang pernah menguasai dunia: Dzul Qornain.

Ibnu katsir menerjemahkan mereka ini adalah pemuda. Karena mereka masih muda, maka mereka lebih mudah mendapatkan petunjuk dari pada usia tua. Anak muda lebih jernih memandang sesuatu.

Maka, beginilah seharusnya pemuda. Menjadi pemuda yang utama. Bisakah kita menjadi bagian dari pemuda utama itu? Bisakah di antara kita suatu saat ada yang menjadi pemimpin Indonesia? Atau kalau terlalu kecil, bisakah menjadi penguasa Asia sampai menguasai dunia? InsyaAllah. BismiLlaah...

Bagaimanakah dengan pemudi utama di dalam Al-Qur`an? Ada! Mereka adalah Maryam binti Imran, Kakaknya Musa, dan Dua putri Syu`aib.

Maryam adalah pemudi yang menjaga kesucian dirinya. Disiapkan serius untuk menjadi ibunya Isa.

Kakaknya Musa. Pemudi ini mendapat dari sang ibunda dan dilaksanakan dengan baik. Tugasnya memata-matai ke manakah hanyutnya bayi Musa dan kemudian melakukan “tipu daya” hingga akhirnya Musa kembali ke pangkuan sang Ibunda. Dengan alasan hanya sang wanita (ibunda Musa) yang bisa menyusui Musa.

Dua putri Syu`aib. Mereka berdua mendapatkan tugas menggembalakan kambing. Hal ini untuk sang ayahnya yang sholeh: Nabi Syu`aib. Maka, bukankah ini pekerjaan utama pemudi utama? Menggembala kambing (hehe ^^). Cerita selanjutnya, silahkan cek di Al-Qur`an.
Kita tidak kekurangan dengan contoh para pemuda pemudi Islam. Semuanya sudah di jelaskan di dalam Al-Qur`an. Maka kita perlu remaja utama. Remaja utama yang kuat, yang tumbuh, yang berkembang, dan remaja yang memiliki keunikan.

Keunikan pemuda:
-          Mereka memiliki tanggungjawab
-          Fase kekuatan
-          Usia paling utama
-          Fase usianya terpanjang

Suatu hari, ada 4 anak muda yang duduk di dekat Ka`bah kemudian mengutarakan cita-citanya: Tiga di antaranya ingin menguasai beberapa wilayah dan daerah, dan satu orang terakhir mendoakan keberkahan kepada mereka dengan cita-citanya cukup dipahamkan dengan ilmu dan agama. Cita-cita mereka terwujud!

Bagaimana dengan kita?

Ingin menjadi seperti apakah pemuda saat ini di masa mendatang?

Pilih cita-cita dunia atau akhirat? Atau dua-duanya?


Tulislah. BismiLlaah ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar