Senin, 26 Februari 2018

LESEHAN JAN “ON BUILDING PRIME YOUTHS” #4 TEMA “IDENTITAS REMAJA"





Oleh: @JANtraining

1.    Istilah yang digunakan adalah identitas. Mengapa? Beberapa tokoh juga menggunakan istilah ini. Salah satu pembahasnya adalah Erikson (pengamat pendidikan) dalam perkembangan manusia adalah identitas. Tokoh lain adalah James E. Maria yang mengemukakan 4 identitas remaja, dll.
2.    Pilih mana? Remaja berprestasi tapi galau dengan diri dan masa depannya, atau remaja cerdas mandiri mantap menentukan langkah hidupnya (kalau ternyata jadi juara tidak masalah)?
3.    Meski sebenarnya kedua kategori itu ada. Ada remaja yang ragu-ragu untuk menentukan arah hidupnya. Ada juga remaja yang ketika SMA sudah tahu dan merasa sudah jelas akan jadi apa ketika besar nanti.
4.    Identitas secara konsep dalam psikologi adalah konsep utuh tentang diri. Tentang tujuan hidupnya, tentang prinsipnya, keyakinannya dan nilai-nilai. Kemudian setelah itu teguh atau tidak dalam memegangnya.
5.    Orang yang identitasnya matang, dia akan komitmen terhadap tujuan dan prinsipnya. Sebaliknya orang yang kepribadiannya belum matang, maka dia akan mengalami krisis, ketidakjelasan apa tujuan hidupnya dan prinsipnya, apalagi memegang teguh (Papalia, 2004).
6.    Secara bahasa, identitas berasal dari bahasa Latin, yaitu idem at idem yang artinya sama.
7.    Kata identitas ini mirip dengan karakter. Tapi beda. Identitas cenderung pada kumpulan suatu kualitas yang sama, yang mengelompokkan dalam kumpulan tertentu. Sedangkan karakter itu cenderung pada kumpulan suatu kualitas yang menjadikannya khas atau berbeda dari yang lain.
8.    Intinya identitas mengarah pada sesuatu yang menyamakan, sedang karakter mengarah pada sesuatu yang membuat khas atau berbeda
9.    Kemudian pembahasan kali ini akan menyebutkan 4 identitas remaja. Keempat identitas ini tidak bisa dikatakan saklek. Maksudnya masih ada kemungkinan untuk berubah.
10.  Melanjutkan penjelasan poin no. 5, hal itu menunjukkan bahwa identitas dapat mempengaruhi seseorang untuk berkomitmen atau mengalami krisis.
11.  Berkomitmen maksudnya adalah menjadi seseorang yang memiliki identitas matang, sedangkan mengalami krisis terjadi pada orang yang identitasnya belum matang.
12.  Komitmen artinya berpegang teguh. Ketika seorang berpegang teguh pada sesuatu, maka dia komitmen. Sebaliknya jika dia tidak berpegang teguh atau bahkan tidak punya maka dia krisis. Lalu, termasuk manakah kebanyakan para remaja atau pemuda Indonesia?
13.  Menurut para peserta yang hadir pada Special Shortcourse kemarin sore, tidak ada yang berpendapat bahwa pemuda Indonesia memiliki identitas yang matang, mayoritas peserta berpendapat bahwa identitas pemuda Indonesia belum matang.
14.  Lalu, sebenarnya bagaimanakah kompoisisi yang sebenarnya antara pemuda yang matang atau berkomitmen dengan pemuda yang belum matang atau yang mengalami krisis?
15.  Kedua pemateri sendiri masih belum melakukan survey tentang ini, tetapi ada beberapa penelitian yang sudah pernah melakukannya.
16.  Penelitian oleh Offer & Schonert-Reichl pada tahun 1992 menunjukkan bahwa hanya SATU dari LIMA remaja bersekolah di DUNIA ditemukan dalam kondisi KRISIS. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya lebih banyak yang tidak krisis dibandingkan yang krisis.
17.  Penelitian lain oleh Mead pada tahun 1928 malah menghasilkan bahwa remaja di SAMOA dan kepulauan Pasifik Selatan TIDAK MENGALAMI KRISIS.
18.  Penelitian oleh Aisawi berbeda lagi. Remaja di kawasan Teluk sebanyak 380 dengan tingkat ekonomi menengah antara usia 11-18 tahun menunjukkan bahwa 15,8% merasa resah, 13,2% merasa tegang, 2,6% suka menyendiri, dan 81,6% merasa bahagia.
19.  Menariknya perkembangan dalam islam juga seperti itu. Setelah usia baligh, kemudian pada usia 15 tahun akan disebut sebagai mukallaf yang artinya siap diberi beban.
20.  Dalam bukunya, Asy-Syantut juga berkesimpulan bahwa keluarga yang memiliki background yang baik dalam beragama, mayoritas anak-anak mereka tidak mengalami krisis.
21.  Isu utama pada remaja itu ada tiga; ideologi, pekerjaan, serta hubungan dan cinta. Bisa jadi seseorang telah mantap dengan ideologinya tetapi pekerjaannya “tidak jelas”. Ada juga yang sebaliknya. Atau ada juga yang keduanya sudah ok, tapi belum memiliki hubungan yang jelas
22.  Riset remaja bermasalah, itu awalnya dari Amerika Serikat dan tidak dialami oleh anak-anak muda negara Islam termasuk di Indonesia. Indonesia dulu tidak galau, mulai galau ketika menonton dan meniru apa yang ada di Amerika; pola berpakaian, makan dan minum sesuai Amerika.
23.  Sama seperti Jepang sekarang yang anak mudanya amburadul. Dulu Jepang tidak bermasalah, tetapi sekarang juga amburadul setelah mengikuti apa-apa yang ada di Amerika.
24.  Ketika anak-anak muda berkembang tidak beres, kemudian di masa datang menjadi pemimpin, maka kepemimpinannya akan jadi bermasalah.
25.  Kita harus menyeriusi masalah identitas remaja ini, kemudian fokus pada wilayah masing-masing; membantu anak-anak muda untuk memiliki identitas sembuh dan paripurna, dan kalau perlu dengan sengaja melakukan tindakan yang penting untuk melakukan semua ini.
26.  Mengapa? Karena anak-anak muda inilah yang esok akan menjadi pemimpin di masa mendatang. Bakan kalau perlu sudah disiapkan sejak masa kanak-kanak.
27.  Kembali ke pembagian identitas. Sudah disebutkan bahwa ada 4 macam atau jenis identitas remaja, yaitu: - Identitas Paripurna (identity foreclosure) - Identitas Sembuh (identity achievement) - Identitas Sakit (identity moratorium) - Identitas Mengambang (identity difusion)
28.  Penterjemahan jenis identitas tersebut ke dalam Bahasa Indonesia sebenarnya ada kekurangan. Karena tidak ada kata dalam Bahasa Indonesia yang mewakili makna dan rasa dari bahasa aslinya. Tetapi sudah diusahakan dipilihkan kata yang mendekati.
29.  Sebelum membahas satu per satu identitas ini, ada hal lain yang juga menjadi penting untuk remaja, yaitu role model. Jika tokoh yang dijadikan role model oleh para pemuda memiliki identitas yang baik, maka pemuda akan mengikutinya menjadi baik. Begitu juga sebaliknya.
30.  Kita lihat fenomena role model pemuda saat ini. Sebut saja si D*lan. Dia yang cita-citanya menaklukkan hati seorang gadis, prestasinya sebagai pimpinan geng motor. Jika orang ini dijadikan role model oleh anak-anak kita, maka apa yang menjadi harapan kita dari orang seperti ini?
31.  Itu sama halnya dengan orang Jepang ketika menjadikan role model yang tidak jelas. Diantaranya adalah Ninja. Karena dalam khazanah Jepang, Ninja merupakan sosok yang dihinakan, pengecut, dsb. dibandingkan dengan Samurai atau Ronin.
32.  Sehingga pembahasan identitas ini juga termasuk mengarahkan kepada siapa para pemuda sekarang memilih role modelnya.
33.  Kita mulai dari yang keempat, yaitu identitas mengambang. Cirinya adalah: -Tidak punya komitmen, tidak merasa krisis. Hanya setia pada hal-ha yang tampak. -Cenderung tidak peduli pada masa depan atau sekadar ikut-ikutan teman
34.  Selain dari anak itu sendiri, ada juga kecenderungan kondisi keluarga atau cara keluarga mendidik anaknya yang membuat anak mengambang. Hal itu adalah orang tua jarang/ tidak berdiskusi dan menyerahkan secara penuh pada anak tentang prinsip dan masa depannya.
35.  Sebenarnya sebagian besar anak-anak muda mengambang atau sakit bisa menjadi sembuh ketika ada teman atau orang lain yang bisa diajak membahas tentang nilai-nilai, menemukan prinsip-prinsip yang harusnya dipegang, dan membedakan mana yang penting dan tidak penting untuk hidup.
36.  Idealnya yang mengambil peran itu adalah orang tuanya, kalau tidak bisa keluarga besarnya, kalau masih tidak bisa maka masyarakatnya. Bahkan Khalid Syantut menyebutkan masjid menjadi pusat utama untuk menjadi sandaran para remaja untuk membahas hal-hal itu.
37.  Ketika peran ini tidak ada yang mengambil alih, maka yang terjadi adalah mereka akan mengambang. Terlebih lagi role model yang ada dan mereka jadikan panutan adalah orang dengan identitas mengambang. Kalau seperti ini, mau jadi apakah generasi masa depan kita?
38.  Identitas sakit -Sedang mengalami krisis, belum berkomitmen. -Berkeinginan kuat meraih sukses dengan harap-harap cemas. Perbedaan mendasar dengan mengambang adalah identitas sakit sadar bahwa dia sedang sakit dan dia ingin sembuh atau ingin menjadi lebih baik.
39.  Masalah hubungan dengan keluarga, orang yang beridentitas sakit ini cenderung akrab dengan ayah/ibu, tetapi berbeda pendapat dalam beberapa hal. Dari sudut pandang orangtua, sebenarnya ada ikatan yang baik, tetapi tidak bisa dalam menanamkan nilai dan keyakinan pada anaknya.
40.  Identitas Sembuh ini bisa berasal dari diri sendiri, atau dukungan dari lingkungan. Cirinya: -Berhasil melalui krisis sehingga punya komitmen -Terbuka pada masukan, teguh pada prinsip - Ada prinsip yang sudah tertanam tapi mungkin belum matang.
41.  Sekali lagi peran orangtua dalam pembahasan identitas ini mejadi penting. Orangtua harus siap hadir dan mendukung saat dibutuhkan. Selain orangtua juga guru. Guru seharusnya tidak hanya sekedar mengajarkan tetapi juga menanamkan nilai-nilai.
42.  Seorang guru, namanya Ron Clark telah mebuktikannya. Ron Clark menghadapi anak-anak yang mengambang dan kemudian kehadirannya itu siap mendampingi mereka. Hasilnya anak-anak yang mayoritas mengambang itu kemudian menjadi sembuh dan meraih prestasi tertinggi.
43.  Namun, ada satu penjagaan yang tidak akan kita temui dalam riset-riset, yaitu doa. Doa menjadi penjagaan utama para orangtua muslim untuk anaknya agar menjadi pribadi yang paripurna atau menjadi sembuh.
44.  Identitas paripurna. Cirinya -Punya komitmen, tanpa harus krisis -Meyakini apa yang dicita-citakan, terinspirasi dari harapan orangtua -Kedekatan keluarga, respek dan hormat yang kuat pada orang tua –Orang tua mengarahkan secara sadar tentang prinsip dan keyakinan hidup
45.  Bisa jadi identitas paripurna ini terbentuk karena memang seluruh keluarganya mendukung untuk itu. Orangtuanya, kakaknya, bahkan teman dan tetangganya memiliki nilai-nilai dan prinsip yang sama dan bersama-sama konsisten memegangnya.

Sumber: Twitter JANtraining

@buletinnah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar