Senin, 19 Februari 2018

MAHAL? TIDAK DIJUAL!


Oleh: Annafi`ah Firdaus 

Jelaskanlah batas tujuan, jangan menerawang, dan tentukan garis jalan yang akan kita lalui untuk mencapai tujuan itu.
-Hamka-

Kamu punya cita-cita yang tinggi? Selamat! Inilah harta mahal milik setiap muslimin. Sebab, tingginya kehormatan dan kedudukan manusia di mataNya, bergantung pada seberapa tinggi cita-cita dan niat mereka.

Iya, dua hal ini penentunya. Punya tinggi cita-cita dan niat yang mulia.

Cita-cita yang tinggi bakal membuat pemiliknya biasa bahkan suka dengan cambuk kritikan dan teguran. Pemilik cita-cita tinggi, tidak rela pula jika dirinya dekat-dekat berbagai keburukan, tempat kenistaan serta kesia-siaan. Ia tidak rela membiarkan dirinya menghabiskan semua waktunya untuk mengejar hal-hal yang rendah. Jiwanya hidup. Jiwanya menginginkan sesuatu yang amat agung dan mulia.

Adakah kita dalam kondisi itu? Ditambah lagi, sikap yang senantiasa bersungguh-sungguh dalam segala urusan, memotivasi diri sendiri untuk meraih kesempurnaan serta tidak merasa letih dan lelah dengan usaha untuk meraih cita-cita tinggi tersebut.

Maka, jikalau hari ini umat muslim butuh seorang ahli medis, ahli pendidikan, ahli teknologi, ahli informatika, yang kesemuanya untuk Allah dan membantu tegaknya harga diri kita sebagai muslim, kenapa kita masih bersantai ria? Masih merasa cukup dengan kekurangan dan  tidak megejar hal-hal yang tinggi?

Inilah “Himmah Al-`Aaliyah”. Adalah niat yang tulus, tekad yang bulat, kemauan yang keras, dan keinginan yang kuat untuk menghiasi diri dengan hal-hal yang terpuji dan melepaskan diri dari perkara-perkara yang tercela. Mempunyainya adalah harta mahal bagi setiap muslim. Bahkan,untuk mendapatkannya, tidak dijual di semua toko. Tidak tersedia di swalayan cabang kota manapun. Karena ia adalah sesuatu yang harus dicari dan diperjuangkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar