Kamis, 15 Februari 2018

PERTARUNGAN RASA

@denizdinamiz

Pemuda Utama tidak mudah kalah oleh perasaan jahat. Satu diantara karakteristik penting yang dimiliki para pemuda utama adalah berkarakter kuat. Gigih berjuang dan bertarung melawan nafsu diri, termasuk di dalam profil pemuda hebat.

Rasa kikir. Rasa Malas. Rasa lemah. Perasaan jahat akan kalah oleh kemampuan dalam mengolah hati dan batin. Tentu saja dengan seijin Yang Maha Menguasai Hati. Maka, Islam mengajarkan doa penguat hati untuk bertarung melawan rasa-rasa jahat itu:
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ

Ya Allah, aku berlindung padaMu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung daripada sifat lemah dan malas, dan aku berlindung padamu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung padaMu dari cengkaman hutang dan penindasan orang (Shahih Bukhari)

Adakalanya pertarungan itu menjadi kebutuhan. Bukan pertarungan antar geng pelajar atau supporter olahraga. Bukan pertarungan bertaruh nyawa yang tak jelas atau tak layak alasannya. Tetapi, pertarungan melawan nafsu yang menentukan nasib kekal kita di akhirat.

Selain itu, pertarungan juga dibutuhkan untuk memahami mana yang berkualitas. Termasuk rejeki saya ketika dapat melakukan pertarungan kopi (battle cupping) dengan racikan kopi khas Nusantara istimewa oleh @jurnalngopi, bang Richard.

Pertarungan kopi kali ini antara kopi bergendaal proses natural melawan kopi bergendaal proses full wash. Green bean kopi sama-sama berasal dari puncak pegunungan Gayo, desa bergendaal. Tepatnya dari kebun Pak Sulhi, seorang petani kopi di sana. Profil roasting pun sama, yaitu light to medium. Yang membedakan hanyalah proses pembersihan dan pengeringan kopi sebelum siap di-roasting. Namun, pertarungan rasa bisa berjalan seru istimewa karena rasa yang dihasilkan bisa begitu berbeda.

Setelah membersihkan krema kopi agar tidak mengganggu pengecapan rasa, mas Richard dengan senyum renyahnya mempersilakan pertarungan dimulai.

Seruput pertama jatuh pada proses full wash. Mandi besar, kalau istilah @ngopiisme, warung kopi rintisan penggiat anak muda di dunia perkopian. Richard senantiasa semangat membuka sekolah kopinya tiap hari Selasa selama 27 bulan terakhir.

Pukulan demi pukulan rasa dilayangkan di lidahku. Sesekali diselingi rehat air bening antara dua jenis kopi itu. Agar antara rasa tidak saling terkontaminasi. Gurih rempah muncul dari Si Mandi Besar. Serai, jelas Richard. Ketika giliran Si Bergendalisme melayangkan pukulan pertama, tamparan asam fruity yang membekas di lidah. Yap. Aku kenal rasa ini. Mirip dengan yang dihasilkan oleh kopi Kenya Marumi AA, rasa Blueberry.

Pertarungan diakhiri dengan final blow dari Si Mandi Besar dengan kuncian akhir yang berkesan, asem manis tegas. Sempat bingung mengidentifikasi rasa apa yang dimaksud. Richard pun memperjelasnya: "Apel Malang". Huuuuf... Pertarungan sengit yang menantang indera pengecap rasa. Siapa pemenangnya? Pilihan jatuh pada: Si Bergendalisme!

Kopi hanya satu diantara kekayaan luar biasa yang Indonesia miliki. 70% dari kopi terbaik dunia ada di Indonesia. Sayangnya, dunia Internasional mengenal kopi Indonesia sebagai kopi yang tidak stabil. Bukan karena masalah alam. Tetapi karena ulah manusianya yang tidak bisa menjaga standar kualitas kopi dari penanaman pohon sampai di seruputan pertama. Entah mencampur kualitas buah petik merah dengan yang masih hijau. Kemampuan roasting anak negeri yang terbatas juga bisa berandil. Maka, seneng kalau ada anak muda seperti @sangraiisme yang getol mengasah diri agar berkemampuan ahli.

Karena begitulah seharusnya pemuda utama: berkarakter kuat dan terpuji, berkompetensi tinggi dan ahli. Semoga Allah selalu memberikan berkah dan limpahan rahmat agar pemuda Indonesia siap bertarung kemampuan di kancah dunia, layak meraih ridho Allah di surga. Pemuda Utama: pemuda berkarya dunia, berbuah surga!

#pemudautama dan #coffee #indonesia#berkarakter dan #berkualitas #dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar