Rabu, 14 Maret 2018

KUSEN JAN: TENTANG MEMBACA BUKU

Kusen JAN, 13 Maret 2018 
Saat baca buku, apa yang pertama kali kamu baca?
1. Judulnya?
2. Penerbitnya?
3. Penulisnya?
4. Daftar isinya?
5. Sinopsisnya?
Atau yang lainnya?

Materi tentang membaca buku ini disampaikan oleh Pak Denis di agenda KUSEN JAN (13 Maret 2018) di Aula Rumah Sajada. Beliau menyampaikan, dengan cara apa kita membaca buku, tergantung bukunya. Seperti novel. Mau baca dari mana? Dibaca dari tengah?
Pada jenis buku non fiksi, kita bisa dengan cara 'skimming' atau membaca dengan sepintas. Dan ketika muncul dalam benak tentang tulisan yang sedang dibaca, jangan dibiarkan saja. Langsung dicatat! Agar tidak hilang.

Pak Denis menyampaikan juga bahwa membaca itu bukan kegiatan pasif. Membaca adalah kegiatan aktif. Tentang memahami apa maksud dari bacaan yang dibaca? Atau tentang bagaimana perasaan-perasaan atau komentar pribadi terhadap tulisan tersebut?

Setelah membaca sebuah buku, kita bisa melakukan aktivitas bernama merangkum. Yang dengan kegiatan ini, kita bisa memahami tentang konsep yang utuh. Dengan merangkum, kita bisa juga mengetahui alur penulisan buku yang ditulis oleh penulisnya. Maka, buku yang bagus, alurnya bagus. Buku yang tidak ada alur bisa jadi penulisnya memang tidak paham dengan tulisannya/ alurnya. Atau memang model penulisannya adalah berbagi ide. Setiap ide menjadi satu bab. Sehingga antar bab, terkadang tidak ada hubungannya.

Ada ulama yang kerjaannya merangkum. Contohnya ringkasan atau Mukhtasar Shahih Bukhari. Yang aslinya terdiri dari ribuan hadits, ditulis menjadi ratusan hadits. Banyak umat Muslim yang membutuhkan kitab ini.

Selain ringkasan, ada juga yang membuat penjelasan dari sebuah kitab. Sebut saja contohnya Syarah Kitab Arba'in An-Nawawiyyah yang ditulis oleh Muhammad Dieb Al-Bugha. Empat puluhan hadits tersebut, ditulis penjelasannya oleh beliau agar pembaca mudah dalam memahaminya.

Atau ingin membuat bentuk tulisan Muqoromah? Menuliskan sebuah tema dari berbagai buku yang kemudian dijadikan sebuah kesimpulan. MaasyaAllah. Pasti itu pekerjaan yang membutuhkan waktu dan kesungguhan. Namun, jika kita dimampukanNya membuat karya yang bermanfaat, inilah kebutuhan umat.

Agar paham konsep dengan membaca, kita memang tidak boleh tergesa-gesa. Haruslah sabar dengan prosesnya. Haruslah menyediakan waktu untuk memahami kata demi kata dari buku-buku yang sedang kita baca. Akhirnya? Kita akan paham konsep dengan utuh.
"Kedalaman makna, didapatkan dengan membaca buku secara utuh dan tuntas," kata Pak Denis di akhir-akhir KUSEN JAN pekan ini. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar