Senin, 12 Maret 2018

LESEHAN @JANtraining (9 Maret 2018) “On Building Prime Youths” #6 tema IDEOLOGI


Lesehan JAN, 9 Maret 2018

1. Remaja adalah masa pembentukan identitas. John Head (1997) berpendapat bahwa identitas adalah susunan utuh psikis seseorang yang membedakan diri dengan dunia di luar dirinya. #remajautama

2. Intinya identitas itu khas, berbeda dengan yang lain. Remaja yang sama-sama paripurna atau sama-sama sembuh bisa jadi memiliki identitas yang berbeda.

3. Pembentukan identitas adalah proses menemukan pilihan hidup.

4. Tiga isu penting identitas yang berkaitan dengan pilihan hidup: - ideologi/ keyakinan - pekerjaan/karir - pasangan hidup/hubungan dan cinta #remajautama

5. Isu pertama yang paling penting adalah ideologi. Pilihan pekerjaan, pasangan, dan aktivitas hidup itu bukan ideologi. #remajautama

6. Ideologi secara bahasa berasal dari kata ideas dan logos. Secara istilah ideologi adalah kumpulan ide/konsep dan keyakinan tentang kehidupan (Merriam Webster Dictionary). #remajautama

7. Ideologi bisa berupa tentang hakikat hidup, tujuan hidup, prioritas hidup, prinsip hidup, dan konsep hidup lain yang diyakini. #remajautama

8. Coba kalau kita remaja, jawab pertanyaan-pertanyaan ini: - Buat apa aku hidup? Mengapa Allah menciptakan diriku? - Apa cita-citaku? Mengapa aku memilih cita-cita itu? - Pasangan hidup seperti apa yang kuharapkan? Keluarga seperti apa yang kuidamkan?

9. Seharusnya jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut sesuai dengan ideologi. Lalu ideologi itu seperti apa dan bagaimanakah ideologi yang seharusnya?

10. Ideologi dalam ajaran islam, nanti akan berkaitan dengan aqidah.

11. Dalam segi bahasa, ada beberapa asal kata. - عقد: akad, perjanjian - عقود : tali, buhul. Ada juga yang mengartikan alur cerita. Maka akidah bisa diartikan menyimpulkan, mengikat, menetapkan. Berarti menetapkan ajaran islam ini sampai akhir khayat.

12. Hasan Langgulung ketika membahas hal ini menyebutkan beberapa kata kunci, di antaranya adalah فطرة/fitrah. Dan dalam islam dijelaskan bahwa anak itu lahir dalam keadaan fitrah (islam). Kemudian orang tuanyalah yang akan berpengaruh menjadikannya nasrani atau yahudi.

13. Salah satu penanaman ideologi adalah dengan bercerita. Kalau kita telaah cerita-cerita rakyat, maka kebanyakan tidak beres. Seperti dongeng kancil (mengutamakan pengen daripada perlu, mencuri dengan berbagai cara), cerita malin kundang, jaka tarub, dll.

14. Padahal dalam islam sudah jelas tuntunannya: Al-Quran yang di dalamnya banyak sekali kisah-kisah panjang yang menanamkan ideologi yang benar.

15. Di sisi lain, yang ditekankan adalah ihsan. Merasa selalu diawasi Allah. Sehingga aktivitas apapun akan selalu merasa diawasi oleh Allah.

16. Maka akidah ini sangat penting. Bahkan akhlak itu tergantung pada akidahnya. Akidah menjadi landasan pokok dalam berakhlak/berperilaku sehingga ketika berperilaku sampai pada tahap tidak memikirkan terlebih dahulu, sudah otomatis.

17. Zaman Rasul, beliau membutuhkan waktu 13 tahun untuk menanamkan akidah pada masa dakwah Makiyyah.

18. Langkah membentuk akidah: - Mentalqin anak mengucap kalimat tauhid - Cinta kepada Allah dan selalu merasa diawasi oleh-Nya - Cinta kepada Rasulullah, keluarga, dan sahabat beliau - Mengajarkan Al-Quran - Mendidik agar teguh dan berkorban demi akidah #remajautama

19. Penekanan pada iman adalah iman kepada Allah dan iman kepada akhirat. Iman kepada Allah berkaitan dengan tauhid. Tauhid berasal dari kata احد yang artinya esa. Berarti mengesakan Allah.

20. Proses penanaman akidah menurut Imam Ghazali. Dalam proses talqin, awalnya adalah hanya menghafal. Kemudian akan memahami sedikit demi sedikit seiring pertumbuhan. Setelah itu membenarkan kandungan dan isinya. Barulah meyakini.

21. Karunia Allah ketika masa awal pertumbuhan untuk beriman tanpa bukti atau penjelasan terlebih dahulu.

22. Kalimat awal yang seharusnya diajarkan pada anak yang baru lahir adalah لا اله الا الله. Jadi kalimat tauhid inilah yang pertama kali ditalqinkan. Bukan papa, mama, atau kata lainnya.

23. Setelah kalimat tauhid, yang perlu sering didengarkan, dibacakan pada anak adalah Al-Quran. Sekaligus mengajarkannya.

24. Menanamkan cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah juga harus memiliki alasan. Sama seperti dalam riset-riset yang mengatakan bawa cinta itu berawal dari alasan. Maka alasan cinta kepada Allah itu berlandaskan pada tauhid rububiyah, tauhid ilahiyah.

25. Konsekuensi cinta kepada Allah adalah hanya memohon dan meminta kepada-Nya (اياك نعبد واياك نستعين), merasa selalu diawasi oleh Allah, dan beriman kepada ketentuan takdir.

26. Berikutnya adalah cinta kepada Rasulullah, Keluarga, dan Sahabatnya. Caranya adalah menghafal hadits-hadits nabi dan mempelajari sirahnya. Khususnya adalah sirah tentang perang yang dilakukan Rasul.

27. Mengajarkan Al-Quran. Yang perlu ditanamkan adalah bahwa Al-Quran adalah كلام الله, firman-Nya Allah/ucapan-Nya Allah. Sehingga ketika membacanya perlu ditanamkan bahwa seolah-olah berbicara kepada Allah, bahwa Al-Quran itu adalah surat cinta dari Allah.

28. Mengajarkan Al-Quran poinnya adalah menanamkan cinta pada Al-Quran. Menjadikannya sebagai landasan, tuntunan, dan pedoman. Bukan sekedar menghafal.

29. Mendidik agar teguh dan berkorban demi akidah. Caranya adalah dengan memberikan keteladanan melalui kisah, contoh kisah anak ukhdud.

30. Dalam kisah selalu ada tokohnya, bisa individu atau sekelompok orang. Kemudian tokoh ini akan memiliki cita-cita. Tidak berhenti di situ, dia akan mengusahakan dan berkorban untuk memperjuangkannya. Sampai pada tahap seolah-olah akan gagal lalu akhirnya berhasil.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar