Sabtu, 17 Maret 2018

LESEHAN @JANtraining “ON BUILDING PRIME YOUTHS” #7 (16 Maret 2018) dengan tema “Isu Remaja ke-2: PROFESI”


1. Profesi merupakan salah satu dari tiga isu utama remaja yang harus diselesaikan oleh remaja utama.
2. Salah satu pembahasan dalam profesi yang pernah diteliti oleh @denizdinamiz adalah tentang kematangan memilih pekerjaan. Kematangan memilih profesi ini akan berkonsekuensi terhadap kemantapan dalam memilih profesi.
3. Remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa.
4. Masa anak-anak ditandai dengan ketergantungannya terhadap orang yang lebih dewasa. Maka masa remaja berarti bagaimana muncul kesadaran dari dirinya bahwa selamanya tidak bisa seperti itu. Sehingga muncul kemandirian dalam dirinya.
5. Hal ini nanti juga akan berhubungan dengan isu yang ketiga: hubungan dan cinta. Bagaimana akhirnya remaja dapat menjalin hubungan yang baik dengan keluarga, teman, dll. Yang insyaAllah akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.
6. Kemandirian yang dimaksud mencakup banyak hal, termasuk mandiri finansial. Untuk itu, remaja memerlukan kompetensi yang memadai.
7. Di antara kompetensi itu adalah kompetensi akademis, kompetensi karir, dan kompetensi hidup. Pada kesempatan kali ini kita akan lebih fokus pada kompetensi akademis dan karir.
8. Kompetensi berbeda dengan ability. Ability adalah kemampuan seseorang dalam melakukan sesuatu. Sedangkan kompetensi adalah kemampuan seseorang melakukan suatu hal dengan standar tertentu.
9. Kompetensi akademis. Kompetensi akademis tidak sekadar menguasai ilmu yang dipelajarinya. Tetapi kompetensi akademis juga mencakup sikap dan keterampilan dalam belajar.
10. Pembahasan ini dalam Islam sudah dibahas dan ditekankan sejak lama dengan bahasa 'adab'. Manakah yang lebih penting? Sikap/adab belajar atau keterampilan belajar?
11. Yang lebih utama adalah sikap belajar. Orang dengan sikap belajar yang baik, maka dia akan memiliki kesungguhan dalam belajar. Maka ketika ada guru yang entah killer, lembut dia akan tetap semangat dalam belajar meski ketika tidak hadir.
12. Dalam taksonomi Bloom, sikap belajar ini masuk dalam afektif. Ciri yang menunjukkan sikap belajar adalah menerima, merespon aktif, menilai positif, dan meyakini.
13. Cara membangun (bukan membentuk. Dua hal yang berbeda. Yang kita inginkan adalah membangunnya bukan membentuk) sikap belajar:
14. Habituation - habit forming. Bermula dari instruksi, kemudian perilaku, dan menjadi kebiasaan (habit). Sedangkan habit building prosesnya adalah dari positive feeling - thought - attittude-action (expexted behavior) - habit-character-destiny-thouht (positive feeling include)
15. Maka yang harusnya kita lakukan adalah habit building. Yang mengikutsertakan positive feeling, sehingga kebiasaan itu menjadi karakter dalam dirinya.
16. Kompetensi karir. Hal ini mencakup hard skill dan soft skill. Keduanya harus dimiliki, tidak hanya salah satunya.
17. Karir atau profesi berperan agar remaja: - matang dan dewasa secara pribadi - memiliki kepercayaan diri pada kompetensi yang dimiliki - menjadi pribadi yang bermanfaat - menyadari pilihan profesi sebagai wujud ideologi yang diyakini. (John Head, 1997)
18. Profesi apa saja yang disebutkan dalam Al-Quran? Ada petani, tukang kebun, tukang kayu, dan peternak/penggembala domba. Tentu profesi-profesi ini adalah mulia.
19. Tujuan dari pendidikan adalah berpuncak pada keinginan untuk memperoleh ridho Allah SWT.
20. Hal ini akan berkonsekuensi terhadap sikap belajar. Maka kondisi apapun yang terjadi (panas dinginnya ruang), tipe-tipe guru (killer, lembut, dll), tidak menjadi suatu hal yang menghambat dalam mencari ilmu.
21. Maka mencari ilmu merupakan mujahadah (usaha sungguh-sungguh) dalam rangka menguatkan jiwa guna mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat.
22. Kesungguhan mencari ilmu tersebut tidak sekadar untuk mendapatkan sebuah pekerjaan atau memiliki sebuah profesi. Kalau dalam islam bukan untuk itu. Justru rizki sudah ditentukan oleh Allah.
23. "Dan tidak ada satupun hewan melata di muka bumi ini, kecuali rizkinya telah ditetapkan oleh Allah. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfuzh)." (QS. Hud: 6)
24. Makna rizki adalah apa saja yang diberikan Allah SWT yang diperoleh manusia. Baik yang bisa dimanfaatkan atau tidak. Sehat dan sakit, miskin dan kaya, nilai ujian baik atau srmua itu adalah rizki dari Allah.
25. Barangkali dengan sakit justru seseorang akan (dikaruniai) berdoa dengan khusyuk. Barangkali dengan mendapat nilai yang jelek dia akan diarahkan untuk belajar dengan lebih giat, bukan malah enak-enakan atau tidak belajar lagi karena mendapat nilai yang baik.
26. Kembali, maka menuntut ilmu, memilih profesi, melakukan pekerjaan, semua itu ditujukan (hanya) untuk meraih ridha Allah.

#lesehanJAN #isuremaja #remajautama 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar