Minggu, 04 Maret 2018

Ngaji (Itu) Salak


Oleh: M. Fatan A. Ulum 
Mendengar kata "ngaji" teringatlah saya dengan salak. Ya, salak

Kenapa salak?

Karena ngaji itu salak. Sebagaimana kita akan temukan di tiang-tiang pendopo museum Diponegoro di Tegalrejo

Di pendopo yang dulu sering dipakai Diponegoro untuk menyelenggarakan majelis ilmu itulah terdapat tiang-tiang yang bagian bawahnya terukir buah salak

Itulah metafora yang diambil dari hadits Rasulullah SAW : .

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّل َ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ .

"Sesiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan untuknya jalan menuju Surga" (H.r. Muslim) 

Dari kata سلك inilah muncul perumpamaan ilmu dengan salak, buah manis beragam manfaat, yang dikenal sebagai buah yang banyak terdapat di daerah Indonesia, khususnya Jawa dan Sumatra

Jadi, sudah makan salak... Eh, sudah ngaji? 

Sumber gambar dan naskah: IG @emfatan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar