Kamis, 15 Maret 2018

Profesi: Menjemput Rizki, Menggapai Ridho Ilahi

@b u l e t i n n a h 

Remaja adalah masa transisi atau peralihan dari anak-anak ke dewasa. Secara peran, masa transisi ini juga merupakan masa berubahnya peran seseorang, yaitu sebagai anak-anak yang memiliki ketergantungan kepada orang tua/ orang lain menjadi orang dewasa yang mandiri. Mandiri dalam banyak hal, termasuk finansial. Untuk itu, seorang remaja memerlukan kompetensi yang memadai.

Di antara kompetensi yang diperlukan adalah kompetensi akademik dan karir. Kompetensi akademik adalah kemampuan yang diperlukan untuk mencapai kualitas akademis/ pendidikan yang diharapkan, seperti sikap belajar (learning attitude) dan ketrampilan belajar (learning skill). Sedangkan kompetensi karir adalah kemampuan yang diperlukan untuk mencapai kualitas pekerjaan atau profesi yang diharapkan, seperti ketrampilan teknis (hard skill) dan ketrampilan personal (soft skill).

Bagi remaja, memiliki profesi bukan hanya sekadar agar bisa mandiri secara finansial. Menurut John Head, profesi berperan agar remaja :
1. matang dan dewasa secara pribadi.
2. memiliki kepercayaan diri pada kompetensi yang dimiliki.
3. menjadi pribadi yang bermanfaat.
4. menyadari pilihan profesi sebagai wujud ideologi yang diyakini.

Dalam buku "Kurikulum Pendidikan Empat Mazhab" oleh Dr. Pahrurroji M.B., tujuan dari pendidikan menurut empat imam mazhab adalah berpuncak pada keinginan untuk memperoleh ridho Allah SWT. Karena itu, mencari ilmu merupakan mujahadah (usaha sungguh-sungguh) dalam rangka menguatkan jiwa guna mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sejatinya, Islam menjadikan proses mencari ilmu (meningkatkan kompetensi akademik) dan berusaha bekerja (kompetensi karir) sebagai bagian dari ibadah dan cara mendekatkan diri kepada Allah. Jika seseorang bisa memurnikan niat karena Allah, maka motivasinya akan diterima Allah dan keberkahannya akan tumbuh berkembang.

Seseorang yang mencari ilmu dengan motivasi memperoleh ridho Allah akan memperoleh balasan yang luhur, yaitu surga dan ridhoNya. Sedangkan mencari ilmu karena materi, seperti ingin harta, kedudukan, popularitas, dan semacamnya, maka hal itu menjadikannya tercela.

"Sesiapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan sesiapa yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya satu bagian pun di akhirat." (Q.S. Asy-Syuro, ayat 20).

Nah. Tentu lebih mantap kalau diskusi sambil ditemani segelas kopi di#LesehanJAN #7 tentang "Isu Remaja II: Profesi".

Bisa daftar langsung via WA dengan klik link ini: http://bit.ly/LESEHAN-JAN
Informasi dan Pendaftaran:

📣 Cp : +62895336336005 atau +62 896-6773-6149
🐤 Twitter : @JANtraining & @buletinnah
💻 IG : @jantraining & @buletinnah


Mari sejenak duduk bersama demi masa depan anak remaja kita!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar