Selasa, 24 April 2018

LAYER KEDUA: Lingkungan Berkualitas Tinggi yang Mendukung (Part 3)

Oleh: M. Fatan A. Ulum 

Peran Komunitas/Masyarakat di Layer Kedua

Komunitas/masyarakat memiliki peran sangat penting dalam penyediaan lingkungan berkualitas yang mendukung anak. Ketika anak mendapatkan dukungan dari lingkungan, anak akan merasa sebagai bagian dari komunitas/masyarakat dan siap berkontribusi secara positif.

Prof. Mark A. Brennan mengusulkan tindakan-tindakan yang dianjurkan komunitas untuk memperkuat daya tahan anak/remaja:

Ø  Adakan dan perkuat struktur dukungan sosial. Promosikan kegiatan-kegiatan yang didesain untuk terjadinya jejaring sosial, kemitraan remaja/dewasa, hubungan dengan mentor, serta fungsi-fungsi dukungan sosial lainnya. Termasuk mengadakan program-program mentor untuk remaja secara formal, maupun membuat peningkatan struktur dukungan remaja lokal melalui organisasi komunitas, sekolah, grup olahraga, dan organisasi religius. Menghubungkan suatu kegiatan dukungan dan struktur juga akan meningkatkan efektivitasnya, sekaligus berkontribusi kepada resiliensi komunitas yang lebih luas

Ø  Bangunlah kapasitas-kapasitas interaktif dan tingkatkan venue-venue untuk berinteraksi. Ciptakan kapasitas komunitas dengan menghubungkan grup dengan warga sekitar. Ciptakan dan rawat jalur-jalur komunikasi dan interaksi diantara semua warga lokal, terutama para remaja dan organisasi mereka. Termasuk di dalamnya meningkatkan dan mempromosikan venue untuk para remaja  seperti pusat-pusat komunitas, balai kota, taman-taman, dan fasilitas lainnya yang terbuka untuk seluruh warga. Dalam berbagai venue tersebut, adakanlah berbagai kegiatan pelayanan, festival, dan lain-lain acara. Di tempat-tempat inilah para warga—terutama anak & remaja—bisa berjumpa, berinteraksi, dan mendiskusikan berbagai isu yang sesuai dengan komunitas/masyarakat.

Ø  Berdayakan remaja menjadi kontributor jangka panjang ke dalam pengembangan komunitas lokal. Sadarilah cara-cara baru untuk melibatkan remaja dalam pembangunan komunitas, serta ijinkan mereka menyediakan masukan dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah dan kegiatan pengambilan tindakan bersama organisasi-organisasi lokal, lembaga non profit, grup relawan, program-program remaja, maupun organisasi non pemerintah. Hal ini bisa termasuk menugaskan remaja ke dalam tim penasehat, memberi mereka hak voting/memilih, serta melayani dalam komite. Ketika remaja terikat lebih dengan hubungan positif yang berkelanjutan bersama orang dewasa, remaja lain, dan komunitas, mereka akan belajar bahwa mereka adalah warga komunitas yang berharga. Ketika para remaja diberdayakan menjadi mitra penuh dalam proses pengembangan komunitas, mereka menjadi mau untuk berpartisipasi dan berkontribusi kepada komunitas dalam jangka panjang. Serupa dengan  hal tersebut, jejaring dukungan dan jalur-jalur komunikas serta interaksi mereka meluas. Semuanya akan mewujudkan para remaja yang resilien.  

Ø  Hadiahi remaja beragam kesempatan untuk pengembangan diri, peningkatan ketrampilan diri, serta pengembangan kepemimpinan. Hal ini bisa terwujud melalui peningkatan keterlibatan remaja dengan orang dewasa dalam kolaborasi aktif di dalam resiliensi komunitas lokal. Menyatukan remaja ke dalam komite bersama orang dewasa sebagai mentor dan memandu berlangsungnya proses ini akan memampukan remaja membangaun ketrampilan memimpin dan karakter pribadi yang diperlukan untuk keterlibatan sebagai orang dewasa di masa depan. Pelatihan di bidang seperti manajemen konflik, manajemen stress, dan ketrampilan komunikasi, akan mengarahkan perubahan dalam sikap serta respek yang akan menjadikan remaja kian percaya diri akan kemampuannya. Tambahan pula, penggunaan pemetaan aset dan perencanaan berbasis aset akan menganyam ketrampilan, minat, dan ketrampilan yang diinginkan remaja dengan kesempatan-kesempatan untuk keterlibatan dan kepemimpinan komunitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar