Rabu, 25 April 2018

Lesehan JAN "On Building Prime Youths" #12 dengan tema "Layer Kedua: Lingkungan Berkualitas Tinggi yang Mendukung"


Lesehan JAN, 20 April 2018 

Lesehan JAN. Special Shortcourse edisi 12. Membahas tentang Layer kedua, lanjutan dari model proaktif sebelumnya. Monggo disimak. Pertemuan ini dibersamai oleh @denizdinamiz dan @emfatan

1.       Pertemuan ini akan fokus pada layer kedua dari piramida mengajar; ‘High Quality Supportive Environment’.

2.       Manakah yang kita inginkan? Menunggu ada masalah kemudian baru bertindak, atau bertindak sebelum muncul masalah, bahkan sebelum muncul tanda-tanda masalah? Poin penting proaktif inilah yang berusaha bertindak sebelum muncul tanda-tanda masalah akan datang.

3.       Dalam layer pertama kemarin, tentang ‘Nurturing and Responsive Relationship’, jika layer pertama ini dilakukan dengan baik, maka seharusnya jumlah anak yang bermasalah akan sedikit, terlebih lagi jika layer kedua (High Quality Supportive Environment) juga berjalan dengan baik.

4.       Kedua hal tersebut jika dilakukan dengan baik, maka disebut sebagai universal ‘prevention’: pencegahan menyeluruh.

5.       Dulu, kalau ada anggota masyarakat yang tidak beres, seperti bermain, nongkrong ketika adzan berkumandang, maka ada yang mengingatkan. Tapi sekarang? Itu merupakan gambaran atau contoh pencegahan yang menyeluruh.

6.       Dikatakan menyeluruh karena menunjukkan hubungan yang baik antara individu, keluarga, sekolah dan masyarakat.

7.       Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh Masjid Jogokariyan. Para pengurusnya meyakini bahwa masjid merupakan pusat peradaban umat. Sehingga mereka melakukan hal-hal yang dapat mendukung anggota masyarakatnya untuk menyelesaikan masalahnya.

8.       Maksud dari ‘Supportive’ di layer kedua ini adalah menunjukkan dukungan dengan melakukan sesuatu, bahkan sampai melakukan bantuan dan pendampingan langsung.

9.       Apa saja lingkungan yang penting? Yang pertama adalah lingkungan sosial. Contoh yang nyata ya Jogokariyan tadi. RT dan RW tidak hanya mengurus masalah administrasi, tetapi benar-benar membantu permasalahan anggota masyarakat.

10.   Yang kedua adalah lingkungan emosional. Lalu lingkungan fisik kemudian lingkungan kognitif.

11.   Jika hal-hal ini dilakukan dengan serius, ‘InsyaAllah’ remajanya akan beres mencapai 80-90%, bahkan ada yang meyebutkan 95%.

12.   ‘Supportive’ itu melakukan tindakan berupa memperbaiki dari suatu kondisi yang kurang baik menjadi lebih baik. Hal ini dilakukan dengan tindakan nyata. Tidak dilakukan oleh person, tetapi juga seluruh elemen atau lingkungan di sekitarnya.

13.   Jika ‘universal prevention’ ini dilakukan dengan sungguh-sungguh maka remaja akan menjadi utama. Sebaliknya jika tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka remaja akan menjadi rapuh.

14.   Pada kenyataannya ada juga individu yang masih belum cukup dengan adanya ‘universal prevention’ tersebut. Selanjutnya berarti dia membutuhkan tingkat lanjut yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya pada layer ketiga

#LesehanJAN #remajautama 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar