Minggu, 01 April 2018

LESEHAN JAN "ON BUILDING PRIME YOUTHS" #9 DENGAN TEMA MEMOTIVASI REMAJA

Lesehan JAN 30 Maret 2018 

1.    Motivasi bukan merupakan suatu hal yang baru. Hal ini sudah ada, ditanamkan oleh Islam, ditekankan oleh Islam. Kita harus memastikan motivasi ini adalah motivasi yang benar dan motivasi yang besar.

2.    Apa itu motivasi? Semangat, nasehat, dukungan, atau dorongan? Atau seperti yang terjadi di beberapa pelatihan motivasi ketika motivatornya bertanya apa kabar, kemudian dijawab dengan kompak "ALHAMDULILLAH, LUAR BIASA, ALLAHU AKBAR!!!" Tapi kemudian kembali lemas(?)

3.    Apakah motivasi sama dengan semangat? Cukupkah semangat tanpa yang lain? Motivasi adalah kondisi di mana bersemangat dalam bertindak, dorongan yang membuat seseorang melakukan sesuatu.

4.    Motivasi sendiri berasal dari Bahasa Latin "movere" yang artinya "untuk bergerak". Motivasi adalah alasan, sebab, tujuan untuk bergerak.

5.    Schwartz, et. al. (2016) menyatakan bahwa motivasi adalah salah satu pendekatan yang sangat efektif untuk membawa remaja segera menemukan identitas diri yang kokoh.

6.    Ada tiga jenis orientasi motivasional remaja. Ketiga orientasi motivasi itu adalah autonomous orientation, controlled motivation, impersonal (amotivation) orientation (Deci & Ryan, 2000).

7.    Autonomous motivational orientation (motivasi mandiri) yakni yang motivasinya berasal dari diri sendiri, motivasi yang digerakkan oleh keyakinan bahwa apa yang dilakukan betul-betul berharga dan penting.

8.    Termasuk dalam autonomous adalah identified motivation, yakni seseorang yang telah memiliki motivasi kuat dari dalam dirinya, tetapi belum memutuskan tindakan yang diambil.

9.    Orang yang memiliki orientasi motivasi ini kecendurangannya adalah remaja yang sembuh atau remaja paripurna.

10.  Controlled motivational (motivasi tersetir) yakni yang motivasinya muncul dari perasaan bahwa dirinya memiliki kompetensi berharga untuk sukses, tetapi dorongan dalam melakukan lebih banyak karena keinginan untuk memperoleh penilaian/pengakuan orang lain, imbalan dari luar.

11.  Motivasi ini biasanya muncul dalam sistem yang menggunakan poin. Jika melakukan sebuah pelanggaran maka akan dikurangi poinnya, dan jika mendapat prestasi maka akan mendapat tambahan poin.

12.  Impersonal motivational orientation (Hidup Tanpa Motivasi) yakni orang yang mengambang tidak ada motivasi untuk sukses, tidak pula memiliki motivasi untuk menghindari kegagalan. Tidak bergairah ketika diiming-imingi, tidak takut saat dihadapkan tentang kemungkinan masa depan suram

13.  Lalu, motivasi manakah yang diinginkan dalam Islam? Manakah motivasi yang terbaik?

14.  Apakah motivasi dunia? Seperti dalam Q.S. Al-Isra ayat 18: Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki kemudian Kami sediakan baginya di (akhirat) neraka Jahannam;...."

15.  Atau motivasi akhirat? Dalam Q.S. Al Isra ayat 19: “Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.”

16.  Pembahasan selanjutnya adalah bagaimana caranya? Bagaimana cara memotivasi? Apakah boleh demi meraih dunia? Apakah seperti dengan membuat tulisan-tulisan dengan detail apa yang ingin dicapai?

17.  Motivasi diarahkan untuk dunia itu tidak masalah. Asal itu tidak berhenti di dunia saja. Tetapi masih koma dan dilanjutkan dengan motivasi akhirat. Seperti yang dikatakan bahwa sebaik-baik harta adalah harta orang sholeh.

18.  Justru orang Islam harus menguasai dunia untuk digunakannya sebagai jalan untuk meraih akhirat.

19.  Seperti yang dicontohkan olrh Rasulullah: rumahnya kecil, bahkan untuk masuk saja harus merunduk. Tetapi ketika untuk melakukan jihad, untuk kebaikan, maka beliau akan bersungguh-sungguh mengeluarkan hartanya untuk mencapainya.

20.  Maka cara-cara untuk memotivasi adalah: (1) Kisah-kisah inspiratif (2) Memotivasi langsung (3) Berbagi gagasan (4) Menggugah remaja melihat ke depab (Visioning)
21.  Dengan kisah-kisah inspiratif, kita harus bisa memunculkan tokoh-tokoh Islam, para pahlawan islam, yang menceritakan bagaimana perjuangan dan motivasinya. Bukan kisah-kisah heroik di film-film ********man, *****man, dll.

22.  Cara motivasi langsung seperti teriakan-teriakan yang biasanya digunakan dalam pelatihan-pelatihan motivasi, ini dinamakan cara memotivasi yang 'hard'. Atau dengan menggunakan intonasi suara yang lembut dan pelan, yang dinamakan cara memotivasi yang 'soft'.

23.  Untuk berbagi gagasan, hanya dapat dilakukan dengan cara yang 'soft'. Tidak bisa dilakukan dengan 'hard'. Biasanya dapat dilakukan dengan berdiskusi, idea sharing, brainstorming, FGD, dll.

24.  Oleh pakar motivasi, idea sharing/berbagi gagasan ini merupakan cara terbaik untuk memotivasi jangka panjang.

25.  Untuk menggugah remaja melihat ke depan (visioning) juga bisa dilakukan dengan 'hard' dan 'soft'.

Sumber: Twitter @JANtraining 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar