Senin, 02 April 2018

SALAH TUJUAN, SALAH SAMPAI


Oleh: Atik Setyoasih

Serapat apapun kita menyembunyikan rahasia, Allah tahu. Termasuk, apa sebenarnya tujuan kita belajar? Apa yang dicari ketika pagi-pagi jam tujuh sudah harus masuk kelas atau pun kampus? Apa yang dicari di sekolah atau kampus hingga rela duduk bermenit-menit hingga berjam-jam dengarkan guru menyampaikan ilmu? Aduhai...ini pertanyaan yang perlu kita jawab tanpa harus ditunda-tunda.

Sungguh, Allah telah menegaskan kepada seluruh manusia tentang pentingnya memiliki alasan dalam melakukan sesuatu. Untuk siapa? Untuk pujian manusia? Atau semata untuk Allah?

Sobat, jika kita memang belajar karena Allah, ngarep dengan ilmu itu bisa tahu mana yang baik dan buruk, itulah yang namanya ikhlas. Inilah golongan para penuntut ilmu yang beruntung. Semua capek dan usahanya akan diberi pahala oleh Allah. Bahkan kita akan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang dimuliakan karena ilmu yang kita miliki.

Dituliskan dalam buku “Tips Belajar Para Ulama” yaitu apabila penuntut ilmu mengikhlaskan amalnya karena Allah, niscaya ia akan mendapatkan pahala yang besar, usahanya akan diberkahi dan ia akan mendapatkan kemuliaan yang diberikan oleh Allah berikan ilmu, ulama, dan siapa saja yang menempuh jalan mereka.

Lalu, ada nggak kira-kira mereka yang menuntut ilmu tapi karena manusia? Bisa jadi! Bahkan ada mereka-mereka yang menuntut ilmu karena ingin mendapatkan pekerjaan mapan dengan ijazahnya. Atau ingin mendapatkan pujian manusia sebagai “orang pintar”. Dan inilah yang disebut riya` yang merupakan syirik kecil.

 “Sesiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan sesiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.” (QS. Asy-Syuro: 20)

Ngeri.  Nggak dapat bagian sedikit pun di akhirat jika masih berdekatan dengan riya`. Bakal rugi, jika belajar kita untuk ijazah, pujian manusia, atau urusan dunia lainnya. Maka, sebelum terlambat dengan tanda sekarat, kita perlu perbaiki alasan-alasan kita. Tujuan kita menghabiskan sebagian hari-hari kita di sekolah atau di mana pun itu. Agar kita tidak salah tujuan, apalagi salah sampai di tempat terburuk sepanjang masa, neraka dengan apinya yang bernyala-nyala.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar