Jumat, 06 April 2018

Temu 10 #OnBuildingPrimeYouths "Urgensi Model Proaktif"

oleh: @emfatan

Masalah yang dihadapi anak dan remaja amatlah banyak. Dari yang ringan, hingga sampai masuk ranah kriminal. Dari kenakalan yang bersifat verbal, hingga yang melibatkan anggota badan. Dan kian hari, masalah bukannya berkurang, tapi kian berbiak. Jumlahnya, maupun jenisnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya angka kasus kriminalitas oleh remaja tiap tahunnya. Data menunjukkan peningkatan kriminalitas oleh anak/remaja. Tahun 2007 tercatat sekitar 3.100 remaja yang terlibat dalam kasus kriminalitas, meningkat menjadi 3.300 dan 4.200 remaja pada tahun 2008 dan 2009 (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2010).

BPS juga menjelaskan bahwa tindak kriminalitas yang dilakukan oleh remaja meningkat pula secara “kualitas”. Dimana kenakalan yang dilakukan remaja pada awalnya hanya berupa perilaku tawuran atau perkelahian antar teman, dan sekarang berkembang sebagai tindak kriminalitas seperti pencurian, pemerkosaan, penyalahgunaan narkoba hingga pembunuhan.

Apa artinya? Kurva normalnya telah bergeser. Kian banyak anak dan remaja yang tak lagi di dalam kategori “normal”. Makin banyak anak dan remaja bergeser ke dalam “abnormal kiri”. Lebih mengkhawatirkan lagi bila—karena peningkatan angka kenakalan di kalangan anak dan remaja—ternyata yang “normal” adalah anak dan remaja yang terjerat dengan berbagai masalah kenakalan. Sehingga, na’udzu biLlaahi min dzaalik, para remaja yang baik-baik saja menjadi “abnormal”...

Menghadapi situasi ini, banyak yang kemudian memfokuskan diri kepada penanganan anak/remaja bermasalah. Padahal berbagai masalah itu, seperti sudah tersebut di depan, akan kian berbiak. Baik jumlahnya, maupun jenisnya.

Apa akibatnya bila fokus kita lebih banyak kepada penanganan masalah yang telah terjadi? Hampir segenap sumber daya terserap amat banyak kepada beragam masalah yang ada. Waktu, tenaga, pikiran, bahkan dana banyak tersedot kepada hal yang kian hari kian bertambah dan bertambah. DI sisi lain, hal ini juga menunjukkan bahwa kita belum mampu menyediakan lingkungan yang mendukung untuk anak dan remaja berkembang dengan optimal. Ini juga berarti menambah masalah itu sendiri. Lalu bagaimana?

Kita bisa membuat model yang mengurangi masalah, bahkan saat masalah tersebut belum muncul. Yaitu dengan membangun suatu pendekatan yang positif. Pendekatan yang fokusnya pada mempromosikan tindakan-tindakan yang tepat dalam upaya melahirkan para remaja utama. Pendekatan itu bernama model proaktif.

Bersikap pro-aktif adalah sebaik-baik intervensi. Ketika lingkungan memenuhi kebutuhan fisik, kognitif, emosi, dan sosialnya, maka anak-anak dan para remaja akan merasa layak dan mampu untuk meraih keberhasilan. Sekaligus menjadi berkurang melakukan tindakan negatif.

Bersikap proaktif untuk melahirkan generasi remaja utama akan lebih efektif dengan memperhatikan beberapa hal ini:

Pertama, mulailah sejak dini. Ya. Sebelum masalah tiba, bahkan sebelum gejala-gejalanya ada, kita harus mulai menyiapkan anak dan remaja kita. Agar anak dan remaja kita siap menghadapi tantangan jamannya.

Kedua, lakukan secara berkesinambungan. Karena proses ini tidak instan, tidak “sim salabim”, perlu kesungguhan untuk menjalankannya secara terus menerus.

Ketiga, kembangkan dengan baik sesuai tahapan perkembangan. Anak-anak kita memiliki kebutuhan dan tahapan perkembangan yang berbeda. Perhatikan kebutuhan dan tahapannya, agar lebih optimal hasilnya.

Keempat, jalankan di beberapa area secara bersamaan. Baik di rumah maupun di sekolah. Dukung dengan melibatkan masyarakat.

Kelima, ambil tempat dalam situasi kehidupan nyata, bukan hanya di atas kertas ataupun di tempat program tertentu dijalankan. Sinergiskan. Jangan sampai program tersebut hanya tampak keren di atas kertas, tapi mustahil diterapkan dalam dunia nyata.

Lebih lanjut, semoga bisa kita bincangkan bersama di #LesehanJAN sore ini, Jum'at, 6 April 2018 dengan tema "Model Proaktif" jam 16.00-17.30.

BismiLlah ...

Ohya, kopi hari InsyaAllah Arabika Gayo

Informasi pendaftaran: 0895 336 336 005 (WA).

#gratis #LesehanJAN #remajautama #onbuilding #primeyouths #pemudautama #pemudiutama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar