Jumat, 04 Mei 2018

LAYER KEEMPAT UNTUK MEWUJUDKAN REMAJA UTAMA: INTENSIVE INTERVENTION


Oleh: M. Fatan Fantastik 

LAYER KEEMPAT
Layer keempat: Intervensi khusus (intensive intervention). Yaitu intervensi khusus secara intensif kepada individu yang sedang bermasalah, agar masalahnya teratasi.
Layer keempat didesain untuk anak-anak ataupun remaja yang mengalami gangguan perilaku. Anak/remaja yang sedang mengalami keguncangan. Meskipun sudah disediakan beragam dukungan dari berbagai sisi, beberapa anak/remaja memerlukan dukungan individu khusus.

Peran Individu (Anak/Remaja) di Layer Keempat
Anak harus memiliki keinginan untuk menjadi baik, bahkan lebih baik. Meski dia sedang menghadapai masalah, anak harus mengerti dan sadar bahwa dia bisa berubah dan kembali ke jalur menjadi remaja utama. Maka, anak disarankan mengikuti program perbaikan sikap dan perilaku yang disiapkan oleh rumah maupun sekolah. Anak juga meninggalkan lingkungannya yang negatif, lalu bergabung dengan lingkungan yang positif dan suportif.

Peran Keluarga di Layer Keempat
Keluarga perlu memperhatikan dengan sangat baik kondisi anak. Dekati dan rangkul anak. Jangan sampai anak merasa sendiri dan ditolak.
Terima anak dengan segala kondisinya. Dengarkan segala penuturannya. Pada kondisi seperti anak, anak amat memerlukan dukungan dari keluarga. Kuatkan anak, dan dorong dia agar mau bersungguh-sungguh menjalani program perbaikan sikap dan perilaku yang dirancang rumah (sebaiknya juga melibatkan sekolah dan masyarakat).
Keluarga juga perlu bersikap tegas dengan lingkungan anak. Dalam laporan Cauce, anak-anak Afro Amerika di perkotaan memetik manfaat dari parenting yang strict. Tatkala orangtua menyediakan waktu yang lebih banyak dengan anak, menemani secara intens, membatasi tempat-tempat yang bisa mereka kunjungi dan pergaulan bersama teman-teman yang bermasalah, hasilnya anak-anak itu berprestasi lebih baik di sekolah, melihat lebih sedikit kekerasan, serta menurunnya risiko perilaku emosi dan sosial bermasalah.

Peran Sekolah di Layer Keempat
Sekolah perlu menyediakan program khusus untuk masing-masing individu ini, dengan melibatkan beberapa pihak yaitu: orang tua, pengasuh anak (jika ada, selain orang tua), guru dan staf pendukung, bahkan—jika diperlukan—fasilitator ahli perilaku seperti psikolog.
Langkah-langkah yang bisa ditempuh adalah:
·         Bentuklah tim untuk membahas perilaku anak
·         Tinjau ulang setiap level/layer dalam pendekatan pro-aktif untuk memastikan bahwa semua aspek dalam dukungan lingkungan yang positif sudah dilakukan
·         Lengkapi asesmen dan data anak dari sumber-sumber yang tersedia, seperti: observasi anak, dan asesmen perilaku anak
·         Curahkan gagasan untuk melakukan intervensi, dan kembangkan perencanaan berdasarkan data asesmen
·         Terapkan perencanaan yang sudah dibuat dengan menjalankan strategi-strategi pencegahan, mengajarkan anak perilaku-perilaku pengganti, dan menyediakan strategi instruksi alternatif
·         Lihat kembali rencana yang sudah dibuat, lakukan evaluasi perkembangannya, serta lakukan perbaikan bila memang diperlukan.

Peran Komunitas/Masyarakat di Layer Keempat
Masyarakat bisa membantu anak yang sedang dalam perilaku bermasalah dengan menyediakan komunitas yang menjembatani proses pemulihan dirinya. Lembaga-lembaga kerelawanan masyarakat bisa mengirimkan seorang konselor atau ahli di bidang perilaku untuk membantu anak kembali ke jalur yang seharusnya. Termasuk menyediakan sarana dan prasarana lain yang sesuai dengan kebutuhan anak, sehingga anak memiliki beragam pilihan kegiatan yang membantunya pulih.   



Tidak ada komentar:

Posting Komentar