Kamis, 24 Mei 2018

Tidak Berhenti Sebelum Sampai


Oleh: Fajar Yunan Fanani 

Lihatlah! Ada dua orang sedang berjalan bersama sambil membawa sebuah bekal. Mereka sedang mencari seorang  guru yang lebih berilmu dari mereka berdua.

Tempat yang mereka tuju adalah pertemuan dua laut. Sudah berhari-hari, bahkan berminggu-minggu mereka berjalan untuk mencari seorang guru. Namun, tetap belum bertemu. Mereka bernama, Nabi Musa dan Yusya' bin Nun.

Di tengah perjalanan, mereka putuskan untuk beristirahat terlebih dahulu di sebuah batu yang ada di pinggiran laut. Mereka letakkan bekal yang dibawanya yakni berupa seekor ikan.
Tanpa disadari, mereka tertidur pulas disebabkan perjalanan yang jauh. Yusya' terbangun. Ia melihat ikan  bekal mereka melompat dan berjalan ke laut dengan cara yang aneh. Tetapi, ia tertidur kembali.

Bangun dari tidur, badan mereka terasa segar kembali. Keduanya segera melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan agak jauh, perut mereka merasakan lapar.

Nabi Musa pun menyuruh Yusya' agar mengeluarkan bekal yang dibawa. Yusya' kemudian teringat dengan kejadian tadi malam. Ia pun menceritakan, bahwa ikan yang dibawa sebagai bekal melompat ke arah laut dengan cara yang aneh.

Nabi Musa bergegas mengajak Yusya` kembali ke tempat peristirahatan pertama. Sesampainya di tempat itu, keduanya bertemu dengan seseorang laki-laki. Mereka berdua memperkenalkan diri pada laki-laki tersebut. Maka, tugas Yusya' telah selesai dalam menemani Nabi Musa dalam mencari seorang guru.

Siapakah nama guru yang telah lama dicari? Apakah kamu sudah mengenalnya? Ya. Namanya Khidir.


Sumber: Buletin Nih #23

Tidak ada komentar:

Posting Komentar