Rabu, 09 Mei 2018

Untuk Arah Kita


Oleh: Annafi`ah Firdaus 

Dialah syahidah pertama yang disiksa para durjana. Bersama sang putra dan suami tercinta, jadilah orang-orang yang pantas sebagai arah kita. Sebagai seorang wanita, anak, dan seorang lelaki yang namanya tidak diniatkan terkenal di dunia. Tetapi dengan izinNya, mereka menjadi kisah-kisah utama yang layak diperdengarkan setiap pasang telinga di mana pun berada. 

Saksikanlah, wanita yang bernama Sumayyah binti Khayyath itu. Dia telah berpayah, disiksa, dan dicabik-cabik badannya. Demi kokoh kepadaNya. Demi tidak goyah ke arah yang dimurkaiNya.
Abu Jahl, pemimpin ‘preman’ itu tahu bahwa Sumayyah termasuk wanita yang lemah fisiknya. Ia yakin, penawarannya akan berhasil; permintaannya untuk meninggalkan Islam.

Tetapi, siapa sangka. Kelemahannya tidak membuatnya lemah. Justru menjadikannya makin iman dan yakin kepada Allah. Bahwa setiap janjiNya, pasti benar. Sesiapa yang beriman kepadaNya, Allah akan muliakan dirinya.

Sumayyah menolak dengan tegas permintaan Abu Jahl. Ia memilih disiksa. Ia memilih berjalan di atas jalanNya. Sehingga Abu Jahl murka, dan menusuk Sumayyah dengan ujung tombak pada bagian kemaluannya. Biadab sekali Abu Jahl.


Sumayyah pun menjadi syahidah pertama. Ia gugur dalam kondisi mulia; membela agama. Bagaimana dengan arah kita? Ingin dalam kondisi apa kita kembali kepadaNya? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar