Sabtu, 30 Juni 2018

Amal Tanpa Ilmu


Oleh: Siti Muti`ah 

“Orang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang berjalan tanpa penuntun akan mendapat kesulitan dan sulit untuk selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tidak dipuji bahkan dapat celaan.” Ibnu Qayyim Al-Jauziah.

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Orang yang berjalan tanpa ilmu seperti orang yang berjalan bukan pada jalan yang sebenarnya. Orang yang beramal tanpa ilmu hanya akan membuat kerusakan dibanding mendatangkan kebaikan. Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh, namun jangan smpai meninggalkan ibadah. Gemarlah pula beribadah, namun jangan sampai meninggalkan ilmu. Karena ada sebagian orang yang gemar ibadah, namun meninggalkan belajar.”

Jadi, mengapa kita harus memiliki ilmu sebelum beramal? Karena, ilmu adalah penghidup hati dari kebodohan dan lentera dari penglihatan dari kegelapan. Dengan ilmu, seseorang akan sampai pada kedudukan orang-orang pilihan dan derajat yang tinggi di dunia dan akhirat. Tafakkur dalam ilmu menyerupai ibadah puasa, mempelajarinya menyerupai ibadah shalat malam. Dengan ilmu, hubungan silaturahmi akan terjalin dan bisa diketahui yang halal dan yang haram. Ilmu adalah imamnya amal. Orang-orang yang beruntung akan mendapat petunjuknya, dan orang-orang durhaka akan diharamkan memperolehnya.

Gimana, masih mau beramal tanpa ilmu?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar