Rabu, 27 Juni 2018

Hebat Tanpa Bakat (Part 3)


(diolah dari "Talent is Overrated" terbitan tahun 2008)

Temuan-temuan terbaru tentang performa hebat tingkat dunia:

Selama 30 tahun terakhir, penelitian mengenai performa hebat tingkat dunia telah menggunung. Ratusan peneliti mempelajari apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang ahli tingkat dunia di berbagai bidang, seperti manajemen, catur, renang, bedah kedokteran, pilot pesawat jet, musisi biola, penjualan, penulisan novel.

Ternyata tidak sedikit dari hasil penelitian yang berseberangan dengan apa yang dipahami oleh banyak orang. Apa saja yang ditemukan berdasar penelitian-penelitian tersebut? Yuk simak!

Bakat yang dimiliki oleh para ahli tingkat dunia tidak seperti apa yang kita bayangkan. Bakat tidak cukup menjadi dasar mengapa seseorang memiliki performa hebat tingkat dunia. Itu pun kalau bakat memang ada. Beberapa peneliti bersikeras bahwa bakat hanya khayalan.

Kamu bukanlah orang berbakat dalam bermain biola, berjualan mobil, atau bedah jantung. Karena tidak ada satu pun orang memiliki bakat. Kenyataannya, para peneliti kesulitan menunjukkan bukti dimana bakat berpengaruh penting terhadap performa hebat tingkat dunia.

Lebih dari sekedar bakat, bahkan kemampuan dasar yang menurut kita dimiliki oleh seorang ahli tingkat dunia seringkali salah. Pada banyak bidang -seperti catur, musik, bisnis, dan kedokteran- kita menganggap para ahli yang hebat di bidangnya pastilah memiliki intelijensi yang mengagumkan atau ingatan yang mencengangkan. Beberapa iya, sebagian besar tidak.

Sebagai contoh, banyak orang yang menjadi master catur internasional meskipun IQ mereka di bawah rata-rata (skor 100). Jadi, menjadi ahli tingkat dunia bukan karena seseorang memiliki kemampuan dasar manusia super.

Faktor yang menjelaskan performa hebat tingkat dunia disebut oleh para peneliti sebagai “latihan penuh kesadaran (LPK)” atau deliberate practice. Apa yang disebut dengan LPK ternyata menjadi sangat penting. Tampaknya, sebagian besar orang tidak melakukan LPK karena banyak orang bekerja keras selama puluhan tahun tetapi tidak mendekati kualitas HEBAT sedikitpun.

LPK juga tidak terjadi ketika kita bermain bola atau alat musik kesayangan kita. LPK memang berat. LPK memang menyakitkan. Tetapi LPK terbukti berhasil. Semakin banyak LPK kita lakukan, semakin baik performa kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar